Kemajuan ilmu dan teknologi memang sangat luar biasa. Saat ini sebuah tim ilmuwan di Jerman telah berhasil membuat sel jantan (sperma) dari jaringan tulang bagian dalam yang membuka harapan akan pembuatan sel jantan dewasa secara massal yang dapat berguna dalam salah satu program terapi bagi pasangan yang kurang subur atau memperbaiki kesuburan pria yang menjadi mandul akibat menjalani terapi kanker.
Impian akan hal itu tampak masih jauh untuk dapat diterapkan, namun para ilmuwan berharap sangat dapat membuat sel jantan yang dewasa (matang) dalam waktu tiga tahun kedepan.
Tim peneliti dipimpin Profesor Karim Nayernia dari Universitas Goettingen, pertama-tama mengambil jaringan bagian dalam tulang para pria relawan. Dari sample tersebut mereka memisahkan sel batang mesenchymal (jaringan ikat dalam mesoderm yang akan berkembang didalam jaringan tubuh antara lain jaringan otot). Sel batang adalah sel yang belum matang (dewasa) yang dapat berkembang tumbuh menurut jalur fungsinya yang berbeda.
Dengan menggunakan salah satu bentuk vitamin A, para peneliti membuat sel mesenchymal menjadi sel awal PgCs sel pada tahap pertama perubahan bentuk menuju sel jantan. Dari para ahli genetika diketahui bahwa sebagian dari PgCs kemudian berubah menjadi sel batang spermatagonial tingkat yang lebih lanjut.
Dalam kondisi normal sel-sel tersebut secara bertahap akan berubah menjadi sel yang matang (dewasa), sel jantan dengan fungsinya yang dapat membuahi sel telur. Sekitar 3% sel batang yang diambil dari jaringan tulang bagian dalam dapat mencapai perubahan hinga ke bentuk sel spermatagonial.
Dalam penelitian sebelumnya, Profesor Nayernia mengambil dan mengembangkan sel batang sel jantan tikus dari jaringan tulang bagian dalam dan mentransplantasikan ke testes( buah zakar) hewan lain .
Nayernia berharap dari penelitian dunia ilmu kedokteran dapat membawa hasil bagi terapi pria tidak subur. Terutama ilmuwan yang memimpin penelitian ini menginginkan kemungkinan mengembalikan fertilitas pada pria usia muda yang harus menjalani kemoterapi karena mengidap kanker.
Hal itu dapat memungkinkan melakukan kultur (biakan murni) terhadap sel jantan di tahap awal di dalam laboratorium dari sampel jaringan bagian dalam tulang atau jaringan testes, yang akan dapat ditanamkan kembali ke testes (buah zakar).
Istilah pencarian terpopuler untuk artikel ini:
Para ilmuan Jepang menemukan bahwa anak tikus yang dihasilkan dari material genetic yang berasal dari dua tikus betina tanpa ada material genetic dari ayahnya, hidup lebih lama dibanding anak tikus dengan campuran genetic normal, campuran gen maternal dan paternal. Penemuan ini bias menjadi bukti awal bahwa gen sperma mungkin memberi efek pada lama hidup mamalia.
Penelitian ini menemukan bahwa tikus dari genome dua betina (bi-maternal mice/BM) rata-rata mempunyai usia 186 hari lebih lama dibanding tikus control (tikus dari kombinasi normal gen jantan dan betina). Umur rata-rata dari tikus hasil percobaan ini adalah 700-800 hari.
Studi ini bermula dari pertanyaan mengapa wanita umumnya mempunyai usia yang labih panjang di banding pria. Dan ini terjadi hampr pada semua jenis mamalia. Jenis betina mempunyai usia hidup yang lebih lama dibanding jenis jantan. Fenomena ini sampai sekarang belum dapat dijelaskan dari segi ilmu pengetahuan dan science. Apakah panjangnya usia pada mamalia ditentukan oleh komposisi genom dari hanya satu orangtua atau dari kedua orangtuanya?
Untuk menjawab ini Prof Kono dan Dr Kawahara mempelajari tikus yang di ‘buat’ tanpa adanya peran sperma dari tikus jantan.
Untuk melakukan ini, mereka mengumpulkan oocyte (sel telur) yang belum berkembang dari tikus berumur satu hari (day-old mice), memanipulasi oocyte ini sehingga gen-nya mempunyai sifat seperti gen pada sperma. Kemudian ditranplantasikan kedalam oocyte tikus betina dewasa yang telah dihilangkan inti selnya (enucleated oocytes). Sel telur yang telah direkonstruksi ini akan berkembang menjadi embrio, yang kemudian diransfer kedalam rahim tikus betina yang kelak akan menjadi ibunya. Tikus yang lahir akan menjadi tikus bi-maternal (BM), mempunyai material genetic yang berasal dari dua orangtua betina, tanpa ayah.
Sebagai control digunakan tikus melalui pembuahan normal yang secara genetic sama dengan tikus BM, hanya saja menggunakan campuran gen normal, jantan dan betina.
Secara keseluruhan terdapat 13 tikus BM dan 13 tikus control. Lamanya hidup tikus BM rata-rata adalah 841.5 hari, sementara tikus control 655.5 hari, 186 hari lebih lama. Para ilmuan juga menimbang berat tikus-tikus tersebut pada hari ke 49 dan 600 (20 bulan setelah kelahiran). mereka menemukan tikus BM lebih ringan dan kecil daripada tikus control. Tikus BM juga terindikasi mempunyai system immune yang lebih baik, dengan peningkatan signifikan pada salah satu sel darah putih, eosinophil.
Kedua kelompok tikus dipelihara dalam lingkungan yang sama, dengan akses bebas ke makanan, sehingga perbedaan karena factor lingkungan bias diabaikan.
Menurut Prof Kono, alasan tikus BM cenderung memiliki usia hidup yang lebih lama adalah karena factor represi dari gen yang disebut Rasgrf1 yang terdapat pada tikus BM. Gen ini umumnya terekspresi dari kromosom paternal dan merupakan imprinted gen pada kromosom 9 yang berhubungan dengan pertumbuhan post-natal.
Namun belum jelas apakah Rasgrf1 betul-betul berhubungan dengan lamanya usia hidup atau tidak. Tapi yang jelas gen ini menjadi salah satu kandidat kuat sebagai gen yang bertanggung jawab terhadap fenomena tersebut.
Meskipun masih sangat awal, studi ini mungkin dapat memberikan jawaban tentang pertanyaan berikut.
Apakah lamanya usia hidup pada mamalia ditentukan oleh komposisi genom salah satu atau kedua orangtua??
Dan mungkin juga pertanyaan lain, yaitu apakah wanita diuntungkan karena mempunyai usia hidup lebih lama secara genetic dibanding pria..??
Artikel terkait:
http://www.sciencedaily.com/
Istilah pencarian terpopuler untuk artikel ini:
Sejak krisis minyak di tahun 1970 menyadarkan akan bahaya ketergantungan bahan bakar fosil, para ahli kimia, teknik, fisika dan ahli lainnya telah mencoba menawarkan berbagai alternatif pemecahan masalah.
Dalam posting tempo hari tentang alternatif bahan bakar dari air laut, John Kanzius dengan alat RFG-nya telah berhasil membuat air laut dapat menyala dan terbakar. Sebetulnya, John Kanzius bukanlah yang orang pertama kali yang muncul dengan air sebagai bahan bakar potensial.
Pada tahun 2006, sebuah perusahaan di bidang air bersih memperkenalkan HTA (Hydrogen Technology Applications) disebut Aquygen, gas yang dibuat dari pemisahan hidrogen dari air melalui proses electrical shock (pemberian kejut listrik). Gas hidrogen ini jika dicampur dengan bensin biasa, akan menjadi bahan bakar yang lebih efisien dibanding bensin itu sendiri. Presiden HTA, Denny Klein, mengklaim bahwa campuran ini akan meningkatkan satu sampai satu setengah kali lipat serta mengurangi polusi.
Dengan menggandeng Ford, Klein membuat sebuah mobil hibrid pada tahun 1994. Mobil ini menggunakan listrik dari aki sebagai energi yang diperlukan untuk pemisahan hidrogen dari air. Gas hidrogen lalu dimasukkan ke dalam tangki bensin untuk di campur. Gas hidrogen yang dihasilkan dapat menjadi bahan bakar yang efisien, tapi juga bersifat sangat mudah menguap, sehingga berisiko besar untuk meledak.
Namun yang menjadi pertanyaan, apakah penemuan-penemuan ini dapat dijadikan sebagai alternatif bahan bakar minyak? Lantas mengapa sampai sekarang bahan bakar minyak masih tak tergantikan??
Hal ini karena walaupun RFG menghasilkan hidrogen yang dapat terbakar stabil, tapi jumlah energi yang dihasilkan masih lebih sedikit dari energi yang dibutuhkan untuk menyalakan RFG. Penemuan ini tidak berbeda dengan bila menggunakan listrik atau baterai untuk mendapatkan energi dalam bentuk lain, katakanlah panas, seperti pada kompor listrik. Bahkan beberapa ahli beranggapan bahwa penemuan seperti Aquygen dan RFG sebagai suatu pengetahuan tak berguna.
Sumber energi adalah sesuatu yang menghasilkan energi yang lebih besar dari energi yang digunakan dalam proses. Sekali anda menemukan bagaimana dari sedikit energi dapat dihasilkan energi dengan jumlah yang lebih besar, maka pencarian dan kebuntuan selama ini akan menjadi terang. Ini seperti alkemi, pencarian untuk merubah logam biasa menjadi emas. Sampai dengan masalah perbandingan energi input dan output ini bisa di atasi, jika betul bisa, penemuan kanzius tidak lebih hanya sebatas penemuan yang menarik.
Tapi satu hal yang membesarkan hati adalah eksperimen para ahli kimia dari Penn State University dengan RFG, yang menemukan bahwa ternyata proses kanzius menghasilkan jumlah energi panas yang berbeda jika konsentrasi garam dalam air laut berbeda.Harapan lainnya adalah proses tersebut sebetulnya tidak hanya terjadi pada air laut, ini juga dapat terjadi pada air tawar yang ditambahkan garam.
Penemuan RFG juga dapat dipertimbangkan untuk aplikasi lain. Untuk mengatasi masalah kehausan global, mengatasi krisis energi, dan penyembuh kanker.
sumber:
Istilah pencarian terpopuler untuk artikel ini:
Kaki TokekBaru-baru ini para ilmuan telah berhasil membuat bulu halus yang terdapat pada kaki tokek yang digunakan untuk menempel. Bulu buatan ini, meski masih belum sempurna, bekerja mirip dengan jutaan bulu halus pada kaki tokek yang memungkinkan untuk menempel diatas permukaaan yang berbeda, tidak rata, kotor bedebu, dan lingkungan dimana lem-adhesive biasa tidak mampu.
Full, besama rekannya di Lewis & Clark College, UC Santa Barbara, dan Stanford University, melaporkan temuannya tentang rahasia tokek dalam menggunakan bulu halusnya untuk menempel tanpa penggunaan penghisap, lem, ataupun listrik statis. Mereka menemukan bahwa sudut antara bulu halus dengan bidang permukaan adalah hal yang menentukan dalam mengontrol daya menempel dan melepaskan pada tokek. Ratusan atau ribuan lapisan kecil yang terdapat pada ujung bulu-bulu halus tokek (disebut spatulae) akan menempel pada permukaan bidang dan berinteraksi secara molekuler.
Dengan lebih dari 500 ribu bulu halus untuk setiap kaki, dan ratusan sampai ribuan spatulae per bulu, akan menghasilkan interaksi molekular (dalam kimia di sebut gaya van der waals) total sebesar 1000 kali berat tubuh tokek.
Awalnya, tim ilmuan menduga daya rekat pada tokek sama dengan pada beberapa hewan, kodok, serangga, dan beberapa mamalia yang dapat menempel pada permukaan berdasarkan daya rekat kapiler, mengambil keuntungan dari tegangan permukaan cairan. Kebanyakan dari hewan-hewan ini memiliki semacam kelenjar pada kakinya yang menghasilkan cairan yang membuat mereka dapat menempel. Namun diketahui ternyata tokek tidak memiliki kelenjar seperti itu. Tak diragukan, spatulae pada ujung bulu-bulu halus di kaki dapat berinteraksi dengan lapisan air sangat tipis yang terdapat pada hampir seluruh permukaan.
Pada 2005, sebuah tim yang diketuai oleh Kellar Autumn, dosen biologi di Lewis & Clark College di Portland, Oregon, untuk pertama kalinya berhasil mengungkapkan bahwa tokek menjaga kaki lengketnya tetap bersih dengan mengebaskan partikel tanah setiap kali melangkah.
Kaki tokek sangat berlawanan dengan selotip yang menjadi “magnet” untuk menarik debu serta kotoran dan tidak dapat dipakai ulang. Dengan perekat tokek ini, bisa dibuat material pertama yang dapat menempel sekaligus membersihkan diri dari debu setiap kali kontak.
Saat ini ilmuwan di University of California, Berkeley, Amerika Serikat, telah berhasil menciptakan lem sintetis yang mirip dengan cara kerja kaki lengket tokek. Ini adalah lem pertama yang dapat membersihkan sendiri kotoran dan debu yang melekat sehabis digunakan tanpa memerlukan air atau bahan kimia (self-cleaning dry adhesive). Tidak seperti isolasi yang hanya bisa sekali pakai karena kotoran dan gangguan debu yang ikut menempel. Self-cleaning dry adhesive akan mempunyai banyak manfaat, seperti pada teknologi super konduktor, dan dapat menempel di bawah air dan di luar angkasa.
Selain itu juga penemuan ini membawa para ilmuwan itu semakin dekat dengan tujuan membuat robot segala medan yang dapat memanjat dinding dan langit-langit di lingkungan alami, bukan cuma di atas kaca yang bersih. Robot ini bisa pergi ke mana pun diperlukan, mungkin untuk mencari korban yang selamat setelah bencana.

This illustration shows how a dirt particle clinging to the gecko-inspired adhesive becomes more attached to a glass surface than to the adhesive’s microfibers, resulting in a dry self-cleaning effect. (Fearing lab/UC Berkeley)
Dalam studi terbaru, para ahli merancang perekat dengan serat mikro yang terbuat dari polimer kaku. Dengan menggunakan bola-bola mikro berdiameter 3-10 mikrometer untuk mensimulasikan kontaminan, para ilmuwan bisa menunjukkan bahwa serat mikro menekan partikel bola-bola mikro ke ujung serat ketika perekatnya tidak menyentuh permukaan. Ketika serat menekan permukaan halus, kontaminan membuat kontak yang lebih besar dengan permukaan dibanding dengan serat.
Istilah pencarian terpopuler untuk artikel ini:

Enzim dalam Industri Kertas (image from imimg.com)
Enzim sudah tidak diragukan memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan. Tidak hanya dalam kehidupan manusia, tapi bagi hewan dan tumbuhan. Bahkan bisa dikatakan bahwa enzim berperan penting dalam kelangsungan alam ini.
Enzim merupakan zat yang paling menarik dan penting di alam. Pertama, sangat penting untuk menyadari bahwa enzim bukanlah benda hidup. Mereka benda mati, sama seperti mineral. Tapi juga tidak seperti mineral, mereka dibuat oleh sel hidup. Enzim adalah benda tak hidup yang diproduksi oleh sel hidup.
+Continue Reading
Istilah pencarian terpopuler untuk artikel ini:

Stem Cell (image from gothamgazette.com)
A. Penelitian Stem Cell
Pada awal tahun 1980-an, para ilmuan belajar bagaimana membuat Embrionic stem cell dari tikus dan menumbuhkannya di laboratorium. Pada tahun 1998, mereka pertama kali mereproduksi Embrionic stem cell manusia di laboratorium.
Sebagaimana yang sudah dijelaskan pada artikel ‘Mengenal Stem Cell’, Embrionic stem cell merupakan Stem cell yang didapat dari embrio yang sudah dibuahi. Namun bagaimana caranya para peneliti mendapatkan embrio manusia..?? +Continue Reading
Istilah pencarian terpopuler untuk artikel ini:
Stem cell dalam bahasa Indonesia disebut juga sel batang atau sel induk, sel ini dapat berkembang menjadi sel apa saja.
Stem cell pada dasarnya adalah blok pembangun (building block) pada tubuh manusia. Stem cell di dalam embrio pada akhirnya akan berkembang menjadi sel, organ dan jaringan di dalam tubuh janin. Tidak seperti sel biasa, yang hanya bisa mereplikasi untuk membuat sel sejenis, stem cell bersifat pluripotent. Ketika terbelah, stem cell bisa menjadi salah satu dari 220 sel yang berbeda dalam tubuh manusia. Stem cell juga memiliki kemampuan untuk memperbaharui diri sendiri – mereka dapat mereproduksi diri berkali-kali.
Stem cell mempunyai kemampuan yang luar biasa untuk berkembang menjadi banyak jenis sel berbeda di dalam tubuh selama masa awal pertumbuhan. Selain itu juga, di banyak jaringan mereka bertindak layaknya system perbaikan internal (Internal Repair System). Ketika Stem cell membelah, masing-masing sel baru memiliki potensi tetap sebagai Stem cell atau menjadi sel jenis lain dengan fungsi yang spesifik, seperti sel otot, sel darah merah, atau sel otak.
Sampai sekarang, para scientist bekerja dengan dua jenis stem cell, Embrionic Stem cell dan Somatic/Adult stem cell.
A. Embrionic Stem Cell
Embrionic stem cell adalah stem cell yang didapat dari embrio yang sudah dibuahi. Ketika embrio berumur antara tiga sampai lima hari, ia mengandung stem cell, yang sibuk bekerja untuk menciptakan berbagai organ dan jaringan yang akan membentuk janin.
Embrionic stem cell pertama kali diperoleh dari embrio tikus percobaan sekitar 30 tahun yang lalu, pada tahun 1981. Kemudian pada tahun 1998 para scientist berhasil mendapatkan Embrionic stem cell dari embrio manusia dan mengembangkannya di dalam laboratorium. Sel ini di sebut Human embrionic stem cell.
Gambar 1. Embrionic Stem Cell
Di dalam embrio terdapat puluhan Stem cell. Pada awalnya, sel-sel ini masih ‘kosongan’, yang berarti bahwa nasib mereka belum ditentukan. Tapi mereka memiliki potensi yang sangat besar. Stem cell bersifat pluripotent, yang berarti mereka dapat berkembang menjadi berbagai jenis sel, berbagai jenis jaringan dan berbagai organ dalam tubuh manusia.
B. Adult Stem Cell
Adult stem cell adalah stem cell yang diperoleh dari sel-sel orang dewasa. Orang dewasa juga memiliki Stem cell di jantung, otak, sumsum tulang, paru-paru dan organ lainnya. Mereka adalah alat perbaikan built-in kita, meregenerasi sel yang rusak oleh penyakit, cedera dan juga karena ‘pemakaian’ sehari-hari. Adult stem cell mempunyai potensi yang lebih terbatas dari Embrionic stem cell, ia hanya mampu berkembang menjadi jenis jaringan yang sama dengan sel asal.

Adult Stem Cell
Tapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa stem cell dewasa mungkin memiliki potensi untuk menghasilkan jenis sel lainnya juga. Sebagai contoh, sel-sel hati dapat dipakai untuk memproduksi insulin, yang biasanya dibuat oleh pankreas. Kemampuan ini dikenal sebagai plastisitas atau trans-differentiation.
Potensinya yang hampir tak terbatas telah membawa Stem cell menjadi fokus penelitian dunia medis.
Bayangkan, mereka memiliki kemampuan untuk mengembalikan ingatan pasien Alzheimer, menggantikan kulit yang hilang akibat kecelakaan yang mengerikan atau menyembuhkan orang yang begantung pada kursi roda agar kembali dapat berjalan.
Tapi sebelum para ilmuwan dapat menggunakan stem cell untuk tujuan medis, mereka harus belajar terlebih dahulu bagaimana menggunakan kekuatan mereka. Mereka tidak bisa mengobati penyakit sampai mereka belajar bagaimana memanipulasi stem cell agar mereka berkembang menjadi jaringan atau organ tertentu. Sekarang ini telah teramat banyak penelitian yang dilakukan untuk mengerti dan memahamai bagaimana cara kerja Stem cell dan bagaimana mengeksplorasi potensinya untuk kepentingan umat manusia. Untuk tahu lebih banyak lagi, silahkan menuju artikel berikut ini.
Istilah pencarian terpopuler untuk artikel ini:

Replikasi DNA (image from britannica.com)
Replikasi DNA terlihat sulit pada awalnya. Namun ketika anda sedikit berusaha mempelajarinya ternyata sangat simple dan mudah untuk di mengerti.
Agar lebih mudah dalam memahami artikel ini, sangat disarankan agar lebih dulu membaca Mengenal DNA Lebih Dekat (anatomi DNA).
Proses replikasi pertama kali di mulai ketika enzyme Helicase memutus ikatan kimia yang paling lemah diantara dua rantai polinukleotida. Untaian DNA diputus tepat di tengah memisahkan pasangan-pasangan basa. Rantai polinukleotida yang baru dipisahkan menjadi rantai tunggal akan menjadi rantai dasar (template) untuk membentuk dua untai rantai DNA baru.
+Continue Reading
Istilah pencarian terpopuler untuk artikel ini:
Usaha untuk membuktikan superioritas dan inferioritas dari ras manusia yang berbeda telah lama dipelajari dan memiliki sejarah yang panjang. Dari mulai justifikasi perbudakan, sampai pada kebijakan genetik Nazi Jerman. Studi modern tentang hubungan ras dan kecerdasan terus menimbulkan banyak kontroversi.
Pendapat yang mengatakan bahwa ras/etnis manusia yang berbeda memiliki struktur dan ukuran otak yang berbeda telah memacu studi dan penelitian yang intensif selama abad 19 sampai awal abad 20. Selama periode tersebut, penelitian dibidang ini seringkali digunakan untuk mengklaim bahwa satu ras lebih superior daripada ras lainnya, untuk selanjutnya menjustifikasi adanya kemiskinan dan ketakberadaban dari ras ‘inferior’.
Gaung nyata kontroversi terjadi pada tahun 1994, setelah buku best selling The Bell Curve, yang ditulis oleh Charles Murray dan Richard Hermstein, mengatakan bahwa terdapat perbedaan IQ antara ras manusia yang bersifat genetik (permanen) sehingga kesejahteraan manusia bisa ditingkatkan dengan meningkatkan kecerdasan generasi berikutnya dengan cara tidak mengawini/memilih perempuan yang ‘salah’ (dengan IQ rendah) untuk menghasilkan keturunan.
Akibat pernyataan ini, sang penulis buku banyak mendapat kritik dari ilmuan-ilmuan yang tidak sependapat. Salah satunya adalah ahli biologi evolusi, Stephen Jay Gould, yang mengkritisi test IQ yang dilakukan bersifat bias dan mengatakan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan adanya perbedaan kecerdasan diantara grup/ras manusia. Kecerdasan tidak bisa ditentukan hanya dari satu single faktor saja.
Penelitian lebih lanjut tentang hubungan ras manusia dan tingkat IQ mengungkapkan bahwa tingkat IQ yang tertinggi dimiliki oleh bangsa Asia dengan rata-rata IQ 106, kemudian bangsa kulit putih dengan rata-rata IQ 100, dan yang paling rendah adalah bangsa kulit hitam (negro) dengan rata-rata IQ 75-85.
Sementara studi dengan menggunakan MRI (Magnetic Resonance Imaging) menemukan hubungan antara besar volume otak dengan IQ. Otak yang lebih besar mengandung lebih banyak neurons dan synapses serta memproses informasi dengan lebih cepat. Orang-orang Asia mempunyai ukuran otak lebih besar 1 inchi kubik dari bangsa kulit putih dan 5 inchi kubik dari bangsa kulit hitam (http://en.wikipedia.org/wiki/Race_and_intelligence).

Cumulative IQ gaps by race or ethnicity based on 1981 U.S. distributions. According to these findings, WAIS IQs for Whites (mean = 101.4, SD = 14.7) were higher than those for Blacks (mean = 86.9, SD = 13.0); distributions for Hispanics (mean = 91) and East Asians (mean = 106, SD = not provided) are less precise because of overlap and small sample size. Based on Reynolds et al. 1987, p. 330
Namun hasil ini diragukan oleh banyak ilmuan. Mereka berpendapat adanya diskriminasi dan rasisme dalam studi yang dilakukan. Bangsa Afrika yang merupakan bangsa kulit hitam memprotes keras hasil tersebut.
Pada tahun 2002, Richard Lynn, seorang profesor psikologi di University of Ulster, menyulut api perdebatan baru dengan mempulikasikan bukunya, IQ and the Wealth of Nations. Ditulis bersama Tatu Vanhanen, seorang Professor ilmu politik di University of Tampere, Finland. Buku ini dikritik karena data berbagai negara yang dijadikan bahan studi adalah lemah dan kurang, tidak melihat keragaman budaya, dan salah dalam menganalisis. Negara yang mempunyai skor tertinggi lebih karena disebabkan proses edukasi.
Studi lain yang dilakukan para ahli untuk menunjukkan adanya hubungan antara genetik dengan kecerdasan (IQ) yaitu dengan melakukan tes IQ berulang-ulang, dan memeriksa kemiripan nilai akhirnya.
Satu orang dites IQ dua kali korelasinya 87%. Artinya, bahkan jika satu orang diuji IQ-nya dua kali, kemiripan IQ-nya tidak selalu sama — tetapi 87% menunjukkan kesamaan. Korelasi IQ dua saudara kembar setelur yang hidup serumah 86%. Kalau saudara kembar setelur tetapi tidak serumah 76%. Kalau saudara tidak setelur tapi serumah 55%. Dan kalau serumah tapi bukan saudara kandung 0%. Wow.. 0%! Nampaknya memang genetika memiliki kaitan dengan IQ.
Kecerdasan merupakan konsep yang sulit untuk didefinisikan. Beberapa mendefinisikan kecerdasan sebagai kemampuan otak untuk berpikir secara logis dan belajar hal-hal baru. Dan beberapa lagi, terutama para ahli psikologi berpendapat bahwa kecerdasan terbagi menjadi beberapa subkategori, misalnya pertimbangan sebab akibat, problem solving, dan memori (daya ingat). Sehingga membuat suatu skala tertentu untuk mengukur kecerdasan adalah hal yang sulit.
Meskipun secara genetik seseorang memilki tingkat kecerdasan yang tinggi, namun asupan nutrisi, didikan orang tua dan lingkungan, budaya, semuanya ikut mempengaruhi perkembangan kecerdasannya.
Kecerdasan mungkin mirip dengan bakat. Seseorang yang mempunyai bakat tertentu, akan menjadi mahir di bidang tersebut asal bakatnya diasah dan dilatih secara terus menerus. Sebaliknya, bakatnya akan sia-sia bila tidak pernah diasah dan dilatih. Sebuah studi mengatakan bahwa kecerdasan ditentukan dari faktor genetik 50% dan lingkungan (budaya) 50%. I
ngin diskusi mengenai topik ini..? Silahkan bergabung melalui Facebook di Group ScienceBiotech.
Artikel terkait:
- Facebook ScienceBiotech Group (Discussion board)
- http://www.scq.ubc.ca/the-genetic-basis-of-intelligence/
- http://www.slate.com/id/2178122/entry/2178124/
- http://en.wikipedia.org/wiki/Race_and_intelligence
- http://www.scienceblog.com/cms/node/7669
- http://www.apa.org/journals/releases/amp60146 (pdf)
Istilah pencarian terpopuler untuk artikel ini:
Salah satu kandidat utama pengganti minyak bumi sebagai sumber energi adalah Hidrogen. Meskipun cara dan metode untuk memproduksi gas Hidrogen sudah banyak ditemukan dan dikembangkan, dimana salah satunya adalah memproduksi gas hidrogen dari air laut, namun kesulitan lain yang juga menjadi kendala adalah masalah penyimpanannya.
Hidrogen sulit disimpan secara aman karena sifatnya yang mudah meledak. Maka para ilmuan mencari cara yang dapat menyimpan dan menstabilkan hidrogen melalui interaksi ikatan yang tidak terlalu kuat.
Dalam usaha pemecahan masalah tersebut, telah dikembangkan berbagai material berteknologi tinggi, salah satunya adalah karbon nano-tubes. Namun dari semua high-tech solution yang ditawarkan, tidak satupun yang mampu memenuhi syarat yang dibutuhkan sebagai penyimpan gas Hidrogen, yaitu harus ekonomis dan ramah lingkungan. Terutama bila Hidrogen digunakan sebagai bahan bakar mobil dan motor yang digunakan untuk keperluan harian. Sangat penting menemukan material yang murah dan ramah lingkungan sebagai adsorbent hidrogen dalam sel bahan bakar mobil.
Richard Wool bersama teamnya dari para University of Delaware telah berhasil menemukan material yang mampu mengatasi kesulitan penyimpanan Hidrogen. Anda mungkin akan heran mengetahui apa material tersebut. Material tersebut adalah bulu ayam. Ya.. bulu ayam..!
Bulu ayam dapat berkompetisi dengan teknologi high-tech seperti serat karbon nano-tubes dan metal hybride. Bulu ayam dipanaskan melalui proses pyrolysis hingga mencapai suhu 400ºC tanpa membakarnya. Proses ini menghasilkan serat karbon porous yang stabil, yang dapat menyimpan Hidrogen dengan kapasitas yang cukup besar, juga ekonomis, murah, mudah didapat, dan yang terpenting adalah ramah lingkungan.
Ketika keratin sebagai penyusun utama bulu ayam dipanaskan, microtube karbon terbentuk bersama dengan dinding nanoporous. Luas permukaan spesifiknya-pun meningkat sampai 450 m2/g dengan terbentuknya micropore yang mampu meng-adsorp hidrogen lebih banyak.
Anda bisa saja menggunakan teknologi canggih karbon nano-tubes jika ingin pergi ke bulan. Namun jika anda hanya ingin pergi ke toko di pasar terdekat, anda memerlukan sesuatu yang lebih murah. Dan bulu ayam bisa menjadi solusinya..
Istilah pencarian terpopuler untuk artikel ini: