Berbagai Larutan Buffer

glasswareBicara tentang analisa bioteknologi, salah satu hal yang sedikit merepotkan adalah buffer. Buffer atau larutan penyangga adalah larutan yang terdiri dari asam lemah dan garam-nya yang dapat mempertahankan dan menjaga pH. Bidang bioteknologi tidak bisa dipisahkan dari penggunaan larutan ini.

Kebutuhan buffer kadang menyulitkan karena hampir setiap analisa membutuhkan kondisi pH tertentu yang relatif stabil. Karena banyaknya macam dan jenis buffer, pemilihan buffer yang akan digunakan menjadi masalah tersendiri.

Dalam memilih buffer, yang harus diperhatikan adalah pH optimum serta sifat-sifat biologisnya. Banyak jenis buffer yang mempunyai impact terhadap sistem biologis, aktivitas enzim, substrate, atau kofaktor.

Sebagai contoh buffer phosphat akan menghambat aktivitas dari beberapa metabolik enzim termasuk karboksilase, fumarase, dan phosphoglucomutase. Barbiturate menghambat phophorilasi oksidatif. Tris buffer bereaksi dengan amin primer dan memodifikasi transport elektron dan phosphorilasi pada kloroplast. Tris juga menghambat enzim respirasi di mitokondria. Dan masih banyak efek lain yang diberikan buffer. Oleh karena itu pemilihan buffer terkadang menjadi kesulitan yang cukup merepotkan. Oleh karena itu, gunakan konsentrasi buffer serendah mungkin yang masih dapat untuk memaintain pH.

Berikut beberapa macam buffer yang kerap digunakan:

GLYCINE-HCL; PH 2.2-3.6, PKA = 2.35

Campur 25 ml 0.2 M glycine dan x ml HCl, kemudian encerkan hingga 100 ml dengan air suling.

x (ml)

pH

22.0

2.2

16.2

2.4

12.1

2.6

8.4

2.8

5.7

3.0

4.1

3.2

3.2

3.4

2.5

3.6

SODIUM ACETATE; PH 3.6-5.6, PKA = 4.76

Mencampurkan 0.1N acetic acid dan 0.1N sodium acetate untuk mencapai pH tertentu.

acetic acid

(ml)

sodium acetate (ml)

pH

185

15

3.6

176

24

3.8

164

36

4.0

147

53

4.2

126

74

4.4

102

98

4.6

80

120

4.8

59

141

5.0

42

158

5.2

29

171

5.4

19

181

5.6

BUFFERED SALINE (PBS, TBS, TNT, PBT)

Larutan buffer saline sering digunakan ketika melakukan eksperiment yang berhubungan dengan immunolocalization. Ada beberapa variasi dari buffer ini, tiga diantaranya sebagai berikut.

PBS 20x stock TBS
Potassium chloride

4 g

53.6 mM

Potassium chloride 4 g
NaCl

160 g

274 mM

NaCl 160 g
Potassium phosphate monobasic

4 g

29.4 mM

Tris buffer (10 mM, pH 7.5) to 1 liter
Sodium phosphate dibasic (7•H2O) DI

43.2 g

17.5 mM to 1 liter

Use TBS when performing immunocytochemical

experiments on phosphate-sensitive tissues

(photosynthetic tissues typically)
TNT

PBT
NaCl

150 mM

PBS to vol
Tris buffer (100 mM, pH 7.5)

to 1 liter

Tween 20 1% (v/v)

CACODYLATE BUFFER; PH 5.0-7.4, PKA = 6.27

Sodium cacodylate buffer [Na(CH3)2 AsO2 • 3H2O] adalah alternatif dari Sørensen’s phosphate buffer. Mempunyai kapasitas buffer yang baik pada range pH 5.0-7.4. Cacodylate digunakan untuk aplikasi mikroskop elektron sebagai metode untuk menghindari penambahan phosphate saat sample preparasi. Mitochondria dan arganela lainnya dapat rusak jika terkena konsentrasi phosphate berlebih yang terdapat dalam Sørensen’s buffers.

Siapkan 0.2 M sodium cacodylate stock solution dalam air (4.28 g/100 ml). Tambahkan x ml 0.2 N HCL per 100 ml cacodylate stock solution, diikuti denga penambahan air demin sampai volume 400 ml hingga diperoleh 0.05 M cacodylate buffer pada pH yang diinginkan.

0.2 M HCl

pH

94.0

5.0

90.0

5.2

86.0

5.4

78.4

5.6

69.6

5.8

59.2

6.0

47.6

6.2

36.6

6.4

26.6

6.6

18.6

6.8

12.6

7.0

8.4

7.2

5.4

7.4

CITRATE BUFFER; PH 3.0-6.2, PKA = 6.40

Citrate buffer stock solutions: A: 0.1 M citric acid; B: 0.1 M sodium citrate. Campurkan kedua larutan dengan perbandingan volume dan encerkan dengan air sampai 100 ml untuk membuat pH yang diinginkan.

0.1 M citric acid

0.1 M sodium citrate

pH

46.5

3.5

3.0

43.7

6.3

3.2

40.0

10.0

3.4

37.0

13.0

3.6

35.0

15.0

3.8

33.0

17.0

4.0

31.5

18.5

4.2

28.0

22.0

4.4

25.5

24.5

4.6

23.0

27.0

4.8

20.5

29.5

5.0

18.0

32.0

5.2

16.0

34.0

5.4

13.7

36.3

5.6

11.8

38.2

5.8

9.5

41.5

6.0

7.2

42.8

6.2

SØRENSEN’S PHOSPHATE BUFFER; PH 5.8-8.0, PKA = 7.20

Campur sejumlah tertentu stock solution dan tambahkan air suling untuk mendapatkan 100 ml larutan Sørensen’s phosphate buffer 0.1 M. Ingat, konsentrasi phosphate yang tinnggi dapat bersifat toksik bagi sel tanaman.

Stock solutions: A 0.2 M NaH2PO4 B 0.2 M Na2HPO4

A (ml)

B (ml)

pH

92.0

8.0

5.8

87.7

12.3

6.0

81.5

18.5

6.2

68.5

31.5

6.5

62.5

37.5

6.6

56.5

43.5

6.7

51.0

49.0

6.8

45.0

55.0

6.9

39.0

61.0

7.0

33.0

67.0

7.1

28.0

72.0

7.2

23.0

77.0

7.3

19.0

81.0

7.4

16.0

84.0

7.5

8.5

91.5

7.8

5.3

94.7

8.0

PHOSPHATE-CITRATE BUFFER; PH 2.2-8.0, PKA = 7.20/6.40

Untuk membuat 100 ml larutan buffer phosphat-citrate. Stock solutions:

0.2 M dibasic sodium phosphate; 0.1 M citric acid.

0.2 M Na2HPO4 (ml)

0.1 M citrate (ml)

pH

5.4

44.6

2.6

7.8

42.2

2.8

10.2

39.8

3.0

12.3

37.7

3.2

14.1

35.9

3.4

16.1

33.9

3.6

17.7

32.3

3.8

19.3

30.7

4.0

20.6

29.4

4.2

22.2

27.8

4.4

23.3

26.7

4.6

24.8

25.2

4.8

25.7

24.3

5.0

26.7

23.3

5.2

27.8

22.2

5.4

29.0

21.0

5.6

30.3

19.7

5.8

32.1

17.9

6.0

33.1

16.9

6.2

34.6

15.4

6.4

36.4

13.6

6.6

40.9

9.1

6.8

43.6

6.5

7.0

BARBITAL BUFFER; PH 6.8-9.2, PKA = 7.98

Untuk membuat 200 ml larutan buffer. Kedalam 50 ml Sodium barbital 0.2 M, tambahkan x ml 0.2 M HCl. Tambahkan air suling hingga volume 200 ml.

0.2 M HCl (x ml)

pH

1.5

9.2

2.5

9.0

4.0

8.8

6.0

8.6

9.0

8.4

12.7

8.2

17.5

8.0

22.5

7.8

27.5

7.6

32.5

7.4

39.0

7.2

43.0

7.0

45.0

6.8

TRIS BUFFERS


Solution

Preparation

Tris, 1 M stock 121.1 g Tris base dilute with 800 ml DI Dissolve and adjust pH with the following approximate amount of HCl: 70 ml pH 7.4, 60 ml pH 7.6, 42 ml pH 8.0.
EDTA, 0.5 M 186.1 g Disodium ethylene diamine tetraacetate. Adjust pH to approx. 8.0 and stir until dissolved
SSC, 20x 175.3 g NaCl, 88.2 g NaCitrate dilute with 800 ml DI. Adjust pH to 7.0 with NaOH then add DI to 1 liter
SSPE, 20x 174 g NaCl, 27.6 g NaH2PO4 • H2O,  7.4 g EDTA, dilute with 800 ml DI. Adjust pH to 7.4 with NaOH then add DI to 1 liter
TE 10 mM Tris and 1 mM EDTA Adjust pH using Tris stock solution.
STE (TNE) 10 mM Tris, 100 mM NaCl, and 1 mM EDTA Adjust pH to 8.0 using Tris stock solution

GLYCINE- NAOH BUFFER; PH 8.6-10.6, PKA = 9.78

Stock solutions:

0.2 M glycine

0.2 NaOH

Campur  25 ml glycine stock solution dengan x ml 0.2 M NaOH dan encerkan dengn air suling hingga volume 100 ml.

x ml 0.2 M NaOH

pH

2.0 8.6
3.0 8.8
4.4 9.0
6.0 9.2
8.4 9.4
11.2 9.6
13.6 9.8
19.3 10.4
22.75 10.6

Demikian beberapa buffer yang bisa dijadikan pilihan untuk digunakan. Perlu diingat, bahwa larutan buffer hanya berfungsi untuk mempertahankan pH. Ini tidak berarti bahwa pH tidak akan berubah. Perubahan dan gangguan yang besar dalam sistem dapat merubah pH meskipun telah ditambahkan buffer ke dalamnya.

Hal ini karena buffer hanya menjaga agar pH tidak terlalu berubah signifikan dengan adanya perubahan konsentrasi ion hidrogen dalam sistem.

Other articles you may like:

Tags:

14 Comments

  1. Yusep says:

    Mo nanya, kalau cara buat larutan buffer phosfat yang mengandung NaEDTA gmana ya? Mksh

  2. Wahyu Riyadi says:

    Dear Yusep, berikut cara pembuatan buffer phosphate yg mengandung EDTA

    1. Larutkan zat-zat berikut dalam 800ml dengan aquadest.
    – 175.3g of NaCl
    – 27.6g of NaH2PO4-H2O
    – 7.4 g of EDTA

    2. Adjust pH sampai 7.4 dengan 10N NaOH.
    3. Adjust volume menjadi 1L dengan aquadest.

    Demikian, semoga membantu.

  3. YUSEP says:

    trimakasih atas jawaban yg kemarin, sangat membantu. oh iya da yg mo d tanyain lagi, klo buat menentukan konsentrasi as. askorbat dg dititrasi oleh lartan Ce(IV) indikator redoks pa yg paling cocok d gunakan? trimakasih.

  4. zean says:

    mw tanya giman ia cara bikin larutan buffer phospat pH6.6 ?

  5. Sarah Adaninggar says:

    bagaimana cara membuat Buffer Glisin NaOH 0,1M pH 9,5
    mohon bantuannya…
    terima kasih..

  6. wahyu says:

    Untuk membuat buffer glycin-NaOH pH 9.5.

    Buat larutan glycin 0.2 M dan larutan NaOH 0.2 M. Campurkan 25 ml larutan Glycin dan 8.4 ml larutan NaOH dalam beaker glass. Adust ke pH 9.5 dengan penambahan sedikit NaOH. Encerkan dengan aquadest menjadi 100 ml.

    Demikian, semoga membantu.

  7. bagus wahyudi says:

    permisi,, maaf mau tanya,, kalau pengertian 0,05 tris buffer itu apa ya??
    Trus cara membuatnya bgmn?
    Makasih.

    • yepyhardi says:

      Mungkin yang dimaksud mas Bagus adalah 0.05M Tris buffer ya? atau tepatnya 0.05M Tris-HCl buffer. Mestinya harus ada data pH berapa yang ingin kita buat, dan ini tergantung kebutuhan Tris-HCl buffer itu sendiri.
      Tris sendiri memiliki banyak sinonim, yaitu 2-Amino-2-(hydroxymethyl)-1,3-propanediol, THAM, Tris base, Tris(hydroxymethyl)aminomethane, atau Trometamol. Semuanya sama saja.
      Cara membuatnya adalah dengan melarutkan sejumlah tris base dalam air bidestilata (ddH2O), kemudian pH-nya di-adjust dengan larutan HCl hingga pH yang diinginkan. Setelah itu volumenya ditepatkan dengan penambahan ddH2O. Jika perlu, buffer Tris ini bisa disterilkan dengan autoclave.
      Cara ngitung Molaritas tau kan? Rumusnya:
      M = mol/liter, atau bisa juga
      M = (gram/Mr)x(1000/mL)

  8. fitri says:

    apa yang menjadi dasar dalam pemilihan larutan buffer sebagai pelarut… misalnya ada yg gunakan buffer tris u/ isolasi protein… knp kira2 gunakan buffer tris apa dasarnya

    • yepyhardi says:

      Buffer tris digunakan karena dapat ‘memperpanjang’ umur DNA/RNA atau protein, karena dia bisa membuat strukturnya stabil dan tahan terhadap degradasi. Tapi tentu dengan syarat pH-nya sesuai. Misalnya untuk DNA digunakan pH netral (7-8), sedangkan untuk RNA biasanya agak asam (pH 5,2).

  9. wika says:

    dear mas yepy..

    untuk larutan-larutan seperti buffer TAE/TBE/PBS, kalau dibuat dalam 1 liter stock, kira-kira tahan berapa lama ya?
    apakah pH akan teru terjaga dengan jangka waktu yang lama?

    terima kasih..

    wika..

    • yepyhardi says:

      Selama reagen/buffer tersebut disimpan dalam kondisi dan suhu yang sesuai, bisa bertahan cukup lama, untuk amannya kita bisa menentukan expire date selama satu tahun. Tapi setiap kali mau dipakai, kita harus mengecek kondisi fisik larutan tersebut, apakah ada endapan, kotoran? atau apakah warnanya berubah? karena hal-hal tersebut bisa menjadi indikator kerusakan reagen.
      Satu hal lagi, kalau kita menggunakan buffer tersebut hanya dalam jumlah kecil-kecil saja, sebaiknya membuat aliquot larutan tersebut di botol dengan volume lebih kecil, agar kita tidak terlalu sering membuka-tutup botol reagen/buffer yang besar yang bisa memicu kontaminasi.

  10. caesar says:

    bung,, mau nanya klo buat Buffer phospat Na2HPO4 n NaH2PO4 boleh diganti pake K2HPO4 dan KH2PO4 ga???

Leave a Comment





x