Cara-cara Pemurnian Air untuk Laboratorium

Air yang digunakan di laboratorium memiliki tingkat kemurnian yang berbeda-beda, bergantung untuk apa air itu digunakan. Kemurnian air untuk mencuci alat-alat gelas tentu berbeda dengan yang digunakan untuk membuat larutan pereaksi, membuat media penumbuh bakteri atau membuat mastermix PCR misalnya.

Water for Laboratory Purposes

Water for Laboratory Purposes (Image from www.newwaterinc.com)

Tahukah Anda bahwa air di alam yang paling bersih sekalipun, seperti mata air, tidak dapat langsung digunakan untuk keperluan di laboratorium? Walaupun air tersebut terlihat jernih, bening, dan telah melalui proses penyaringan alami dalam tanah, ia masih mengandung ion-ion terlarut yang berasal dari unsur hara tanah. Apalagi air yang telah mengalir di sungai dan melalui pemukiman dan industri, bisa terbayang banyaknya pengotor yang terkandung dalam air tersebut.

Nah, air murni yang digunakan di lab bisa juga berasal dari air seperti itu, namun sebelumnya harus melalui berbagai proses sehingga kandungan pengotornya menjadi sesedikit mungkin. Tentu saja kita tidak bisa membuat air murni dari air sungai kotor dengan sekali proses, harus ada beberapa tahapan yang dilalui. Lalu, proses apa saja yang bisa dilakukan untuk memurnikan air, dan bagaimana pula tingkatan kemurnian air tersebut?

1. Destilasi

Ini merupakan teknik tertua diantara teknik-teknik lainnya. Air dipanaskan hingga mencapai titik didihnya, kemudian uap air yang dihasilkan dikondensasi hingga mengembun kembali menjadi cairan (dinamakan “destilat”). Teknik ini akan menyingkirkan banyak pengotor, namun pengotor yang memiliki titik didih sama atau lebih rendah dari air akan tetap terbawa dalam destilat.

2. Mikrofiltrasi

Jika air dilewatkan pada suatu penyaring dengan ukuran pori-pori yang sangat kecil (1 hingga 0.1 mikron) sambil diberikan tekanan, maka pengotor-pengotor yang berukuran lebih besar dari pori-pori dapat disingkirkan. Penyaring dengan pori-pori yang lebih kecil dari 0.2 mikron dapat menyingkirkan bakteri (ini dinamakan sterilisasi dingin).

3. Ultrafiltrasi

Pori-pori penyaring yang digunakan lebih kecil dari mikrofiltrasi, hingga mencapai 0.003 mikron. Cara ini bahkan bisa menyingkirkan molekul-molekul dengan ukuran lebih besar dari pori-pori. Cara ini bisa mengenyahkan virus, endotoksin, RNase dan DNase.

4. Reverse Osmosis

Jika Anda menganggap bahwa pori ultrafiltrasi adalah yang terkecil, ternyata ada lagi yang lebih kecil, yaitu pori-pori filter reverse osmosis yang mencapai 0.001 mikron saja. Ukuran pori tersebut dapat menyaring ion-ion berdasarkan ukurannya. Metode ini digunakan untuk menghilangkan garam-garam pada air (desalting).

5. Filtrasi melalui karbon aktif

Metode ini sangat bermanfaat untuk mengenyahkan ion-ion seperti ion klorida maupun senyawaan organik, karena mereka akan teradsorbsi pada permukaan karbon aktif.

6. Radiasi UV

Cara ini memang tidak dapat menghilangkan pengotor dari air, tetapi radiasi UV pada panjang gelombang tertentu, dapat merusak DNA dan mikroorganisme. Jadi dengan UV mikroorganisme dalam air akan mati. Selain itu beberapa senyawaan organik juga dapat diurai menjadi produk yang lebih tidak berbahaya.

7. Deionisasi/Pertukaran Ion

Cara ini akan menghilangkan ion-ion dari air dengan melewatkannya melalui suatu tabung berisi resin yang terdiri atas campuran resin kationik dan anionik. Ion-ion positif pengotor akan tertarik ke partikel-partikel resin kationik sedangkan ion-ion negatif ke resin anionik. Air yang keluar dari tabung resin sudah terbebas dari ion-ion pengotor.

Air yang tersedia secara komersial menggunakan kombinasi dari teknik-teknik di atas, sehingga memiliki kemurnian sesuai kriteria yang diinginkan. Jika alat dan bahan yang diperlukan untuk memurnikan air tersedia di lab, kita pun dapat membuatnya sendiri, mengapa tidak?

Sumber: BiteSizeBio

, ,

Trackbacks/Pingbacks

  1. TE Buffer vs ddH2O | ScienceBiotech - March 26, 2010

    [...] ddH2O atau disebut juga aqua bidestillata atau ultrapure water, adalah air yang sangat murni, lebih murni dari aquadest atau pun air reverse osmosis karena telah melalui berbagai macam cara pemurnian. Pada awalnya orang melakukan destilasi kembali pada air yang telah didestilasi, namun saat ini digunakan kombinasi berbagai jenis pemurnian untuk memperoleh ultrapure water ini (Artikel tentang tingkat kemurnian air dapat dilihat selengkapnya di sini). [...]

Leave a Reply