Biotechnology, BioUpdate — April 25, 2009 at 4:08 pm

Sumber Protein Nabati Pengganti Tepung Ikan

by

Formula pakan tradisional baik itu untuk unggas ataupun ikan masih menggunakan tepung ikan sebagai sumber protein yang memang menjadi nutrisi utama bagi pertumbuhan hewan ternak. Kandungan tepung ikan dapat mencapai 40-45 %. Selain itu dalam formulasi biasanya ditambahkan minyak ikan sebesar 10- 15%. Ini mengindikasikan penggunaan tepung ikan sangat penting dalam industri pakan.

Diantara bahan-bahan lainnya, tepung ikan adalah bahan yang paling mahal. Nilai ekonomi yang tinggi dari tepung ikan dikarenakan tepung ikan menyediakan nutrisi yang mudah dicerna oleh hewan ternak. Namun penggunaan tepung ikan berlawanan dengan kebijakan penggunaan sumber akuatik yang berharga dan terbatas sebagai bahan pakan hewan. Padahal dunia sedang dikhawatirkan atas harga tepung ikan yang terus meningkat sebagai akibat dari peningkatan permintaan dunia akan tepung ikan, sementara sumber tepung ikan masih terbatas dan sulit diperoleh. Oleh karena itu hingga saat ini para ahli dan kalangan industri terus berusaha untuk mencari sumber protein baru yang dapat menggantikan tepung ikan.

Bungkil Kacang Kedelai (Soybean Meal)

Tidak seperti tepung dan minyak ikan, bungkil kacang kedelai/soybean meal (SBM) merupakan sumber global protein dan lemak yang sangat berlimpah. Penggantian tepung dan minyak ikan dengan SBM memberikan kemungkinan kestabilan harga pakan ternak di masa depan.

Bagaimanapun para peternak masih ragu untuk menggunakan produk SBM sehubungan dengan ketakutan turunnya palatabilitas dan kecernaan, pertumbuhan yang lambat, dan feed conversion rate (FCR) yang buruk. Sementara konsumen khawatir hal ini akan mengurangi kualitas daging ternak karena turunnya beberapa nutrisi penting, misalnya kandungan asam lemak tak jenuh omega 3 pada daging ikan laut.

Studi penggantian tepung ikan

Telah dilakukan studi oleh Sam Ceulemans dan Peter C dari INVE Aquaculture Nutrition, Belgia, untuk mengetahui pengaruh penggantian tepung dan minyak ikan dengan protein dan minyak nabati yang berasal dari produk SBM. Eksperiment dilakukan terhadap ikan Sparus aurata, salah satu spesies utama dari ikan laut yang hidup di kawasan Mediterania.

Studi dilakukan dengan memberi makan ikan Sparus aurata dengan pakan yang mengandung kadar protein 45% dan lemak 20%. Ada tiga perlakuan berbeda.

  • FM65. 65% sumber protein berasal dari tepung ikan, sisanya dari SBM dan 95% sumber lemak dari minyak ikan sisanya dari produk SBM.
  • FM50. 50 % sumber protein dan 75% sumber lemak didapat dari produk ikan.
  • FM35. 35% sumber protein dan 60% sumber lemak dari produk ikan.

Penggantian protein dan lemak dengan sumber nabati ini diseimbangkan dengan penambahan pemberian Lysisn dan Methionin, Phospor, dan zat penambah kecernaan.

Eksperimen

Eksperimen ini dilakukan pada sistem resirkulasi akuakultur indoor dengan menggunakan tank fiber silinder 18600 liter pada suhu 22 celsius dan salinitas 37 ppt.

Ikan dengan berat awal 29 gram sebanyak 40 ekor/tank, dan diberi makan selama 10 minggu. Tank dihubungkan dengan alat biofiltrasi. Cahaya diberikan selama 12 jam. Ammonia total dan kadar nitrogen dianalisa setiap 3 kali seminggu. Suhu dan oksigen terlarut di monitor setiap hari.

Hasil

Tiga pakan yang berbeda memperlihatkan hasil yang serupa tanpa perbedaan yang signifikan. Laju pertumbuhan spesifik (Spesific growth rate) dan FCR juga hampir sama. Juga tidak ada perbedaan mencolok pada indeks hepatosomatic dan viscerosomatic, atau pada hasil analisis proksimat pada komposisi liver dan fillet.

Tabel 1. Formula pakan untuk tiga komposisi pakan berbeda

FM65

FM50

FM35

South american fish meal (%)

45.3

34.8

24.4

Fish oil (%)

15

11.5

9.8

Defatted soybean meal (%)

18.3

22.5

35

Soya protein concentrate (%)

-

7.2

4.6

Corn gluten (%)

4

4

4.3

Wheat gluten (%)

3.8

1.1

1

Pea protein concentrate (%)

-

-

4.7

Rapeseed meal (%)

-

5.9

-

Soybean oil (%)

-

4

6

Wheat flour (%)

13.1

7

7

Vitamin/mineral premix (%)

0.5

0.5

0.5

Lysin (%)

-

0.1

0.15

Methionin (%)

-

0.1

0.1

Monocalcium phosphate (%)

-

0.2

0.4

Palatability/digestability enhancer (%)

-

1

2

Protein from marine origin (%)

65

50

35

Fat from marine origin (%)

95

73

60

Formulation cost (%)

100

93

85

Kesimpulan

Kesimpulan dari hasil ini adalah produk SBM dapat digunakan sebagai pengganti tepung dan minyak ikan sebagai sumber protein dan lemak.

Lampiran.

formulation

Other articles you may like:

5 Comments

  1. tau g dimana yang bisa buat minyak ikan dari ikan blow fish atau ikan kembung? mohon bantuannya

  2. saudara anwar bisa bertanya melalui milis berikut

    http://groups.yahoo.com/group/agromania/

    milis tersebut merupakan tempat bergabung para pelaku agrobisnis besar, kecil dan menengah. mungkin di sana mas anwar memperolh informasi yang dibutuhkan.

  3. untuk bikin fish oil bisa menggunakan ikan cekong (itu bahasa nelayan), atau disebut lemuru juga bisa di sebut sardine.

    jadi sardine juga ada 2 jenis tembang dan cekong(lemuru).

    –Maaf sebagian isi comment kami edit karena mengandung unsur promosi komersial– (redaksi)

  4. mau tanya, kalo protein yang dijadiin perekat itu bs dari kedelai ga ya ?
    mohon bantuannya ya.. :D lg butuh..

  5. pak editya

    saya rasa untuk bahan perekat bapak bs gunakan alfa stat pak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

shared on wplocker.com