<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Sequence Alignment di BioEdit</title>
	<atom:link href="http://sciencebiotech.net/sequence-alignment-di-bioedit/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sciencebiotech.net/sequence-alignment-di-bioedit/</link>
	<description>Bioteknologi untuk Semua</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Jul 2010 12:20:30 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
	<item>
		<title>By: yepyhardi</title>
		<link>http://sciencebiotech.net/sequence-alignment-di-bioedit/comment-page-1/#comment-1091</link>
		<dc:creator>yepyhardi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 01:59:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sciencebiotech.net/?p=241#comment-1091</guid>
		<description>Halo Frederika,
16S rRNA adalah RNA ribosom sub unit 16S, sebagaimana kita tahu RNA ribosom pada sel ada bermacam-macam, misalnya pada prokaryota ada sub unit 5S, 23S dan 16S. Sedangkan 16S rDNA adalah gene pada DNA yang menyandikan 16S rRNA, jadi gak perlu bingung dan ketuker-tuker :-)
S pada 16S berarti satuan Svedberg, yaitu satuan fisika untuk koefisien sedimentasi alias pengendapan. Satuan ini digunakan untuk mengukur karakteristik suatu senyawa ketika diendapkan. Jadi RNA ribosom ketika diendapkan memiliki koefisien sedimentasi yang berbeda-beda, unit yang kecil memiliki koefisien sedimentasi yang kecil juga (5S), yang sedang 16S dan yang besar 23S.
Informasi lebih lengkap bisa dilihat di http://en.wikipedia.org/wiki/Svedberg dan http://en.wikipedia.org/wiki/Ribosomal_RNA.
Pembacaan sekuen DNA bisa dilakukan baik di Indonesia maupun di luar negeri. Untuk di Indonesia ada Lembaga Biologi Molekular Eijkman di Jakarta atau di PT. Wilmar Benih Indonesia di Cikarang. Kalau di luar negeri sangat banyak, misalnya di Malaysia (1st base) atau di Korea (Macrogen). Lama pengerjaan bervariasi mulai dari 1 hari hingga 2 mingguan, tergantung perusahaan/penyedia jasanya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Halo Frederika,<br />
16S rRNA adalah RNA ribosom sub unit 16S, sebagaimana kita tahu RNA ribosom pada sel ada bermacam-macam, misalnya pada prokaryota ada sub unit 5S, 23S dan 16S. Sedangkan 16S rDNA adalah gene pada DNA yang menyandikan 16S rRNA, jadi gak perlu bingung dan ketuker-tuker <img src='http://sciencebiotech.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /><br />
S pada 16S berarti satuan Svedberg, yaitu satuan fisika untuk koefisien sedimentasi alias pengendapan. Satuan ini digunakan untuk mengukur karakteristik suatu senyawa ketika diendapkan. Jadi RNA ribosom ketika diendapkan memiliki koefisien sedimentasi yang berbeda-beda, unit yang kecil memiliki koefisien sedimentasi yang kecil juga (5S), yang sedang 16S dan yang besar 23S.<br />
Informasi lebih lengkap bisa dilihat di <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Svedberg" rel="nofollow">http://en.wikipedia.org/wiki/Svedberg</a> dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ribosomal_RNA" rel="nofollow">http://en.wikipedia.org/wiki/Ribosomal_RNA</a>.<br />
Pembacaan sekuen DNA bisa dilakukan baik di Indonesia maupun di luar negeri. Untuk di Indonesia ada Lembaga Biologi Molekular Eijkman di Jakarta atau di PT. Wilmar Benih Indonesia di Cikarang. Kalau di luar negeri sangat banyak, misalnya di Malaysia (1st base) atau di Korea (Macrogen). Lama pengerjaan bervariasi mulai dari 1 hari hingga 2 mingguan, tergantung perusahaan/penyedia jasanya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Frederika</title>
		<link>http://sciencebiotech.net/sequence-alignment-di-bioedit/comment-page-1/#comment-1079</link>
		<dc:creator>Frederika</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 01:57:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sciencebiotech.net/?p=241#comment-1079</guid>
		<description>Mas, saya bingung dengan gen 16 S rRNA. Apakah arti 16 dan S nya? apakah 16S rRNA itu sama dengan 16S rDNA? Mas, kita butuh berapa lama waktu untuk sekuensing DNA? dan tempat2 mana yang bisa kita tuju untuk melakukan pembacaan urutan basa nukleotidanya? Terima kasih mas</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas, saya bingung dengan gen 16 S rRNA. Apakah arti 16 dan S nya? apakah 16S rRNA itu sama dengan 16S rDNA? Mas, kita butuh berapa lama waktu untuk sekuensing DNA? dan tempat2 mana yang bisa kita tuju untuk melakukan pembacaan urutan basa nukleotidanya? Terima kasih mas</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yepyhardi</title>
		<link>http://sciencebiotech.net/sequence-alignment-di-bioedit/comment-page-1/#comment-927</link>
		<dc:creator>yepyhardi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Mar 2010 01:27:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sciencebiotech.net/?p=241#comment-927</guid>
		<description>Wah, sepertinya kalo pelatihan khusus untuk BioEdit tidak ada (saya kurang tahu), tapi di situsnya sendiri mbak bisa mendownload manualnya. Coba cek di http://www.mbio.ncsu.edu/BioEdit/bioedit.html.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, sepertinya kalo pelatihan khusus untuk BioEdit tidak ada (saya kurang tahu), tapi di situsnya sendiri mbak bisa mendownload manualnya. Coba cek di <a href="http://www.mbio.ncsu.edu/BioEdit/bioedit.html" rel="nofollow">http://www.mbio.ncsu.edu/BioEdit/bioedit.html</a>.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nelly</title>
		<link>http://sciencebiotech.net/sequence-alignment-di-bioedit/comment-page-1/#comment-896</link>
		<dc:creator>Nelly</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 07:53:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sciencebiotech.net/?p=241#comment-896</guid>
		<description>Mas Yepy saya ingin sekali belajar lebih lanjut mengenai program Bioedit karena program ini akan saya gunakan untuk riset S3 saya. Apakah ada pelatihan untuk menggunakan program Bioedit ini ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Yepy saya ingin sekali belajar lebih lanjut mengenai program Bioedit karena program ini akan saya gunakan untuk riset S3 saya. Apakah ada pelatihan untuk menggunakan program Bioedit ini ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yepyhardi</title>
		<link>http://sciencebiotech.net/sequence-alignment-di-bioedit/comment-page-1/#comment-737</link>
		<dc:creator>yepyhardi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 16:27:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sciencebiotech.net/?p=241#comment-737</guid>
		<description>Halo mbak, untuk mencari homology dgn database pada GenBank bisa menggunakan program BLAST. BLAST ini bisa dijalankan secara online di alamat http://blast.ncbi.nlm.nih.gov/blast.cgi, lalu dipilih &quot;nucleotide blast&quot;, atau kalau di BioEdit bisa diakses dari menu &quot;Accessory Application&quot; &gt; &quot;BLAST&quot; &gt; &quot;NCBI BLAST&quot;. Semoga bisa membantu...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Halo mbak, untuk mencari homology dgn database pada GenBank bisa menggunakan program BLAST. BLAST ini bisa dijalankan secara online di alamat <a href="http://blast.ncbi.nlm.nih.gov/blast.cgi" rel="nofollow">http://blast.ncbi.nlm.nih.gov/blast.cgi</a>, lalu dipilih &#8220;nucleotide blast&#8221;, atau kalau di BioEdit bisa diakses dari menu &#8220;Accessory Application&#8221; &gt; &#8220;BLAST&#8221; &gt; &#8220;NCBI BLAST&#8221;. Semoga bisa membantu&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Evi</title>
		<link>http://sciencebiotech.net/sequence-alignment-di-bioedit/comment-page-1/#comment-719</link>
		<dc:creator>Evi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 22:47:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sciencebiotech.net/?p=241#comment-719</guid>
		<description>Halo mas Yepy, terima kasih atas postingannya ya...saya sangat terbantu sekali memahami hasil sequencing, terutama karena saya belajar otodidak aja nih. Kebenaran kemarin kami sequencing di CPI, selanjutnya kami ingin menentukan homology sekuens kami dengan sekuens yang udah dipublish di genebank, bisa nggak ya dengan bioedit? kalo bisa pake program yang mana? pairwise atau ClustalW? thank u in advance</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Halo mas Yepy, terima kasih atas postingannya ya&#8230;saya sangat terbantu sekali memahami hasil sequencing, terutama karena saya belajar otodidak aja nih. Kebenaran kemarin kami sequencing di CPI, selanjutnya kami ingin menentukan homology sekuens kami dengan sekuens yang udah dipublish di genebank, bisa nggak ya dengan bioedit? kalo bisa pake program yang mana? pairwise atau ClustalW? thank u in advance</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yepyhardi</title>
		<link>http://sciencebiotech.net/sequence-alignment-di-bioedit/comment-page-1/#comment-532</link>
		<dc:creator>yepyhardi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 01:25:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sciencebiotech.net/?p=241#comment-532</guid>
		<description>Halo mbak Asri, 

Saat kita melakukan sequencing pake metode dye-terminator (yang saat ini umum digunakan), sekuen primer yang kita gunakan pada reaksi cycle sequencing tidak akan terbaca oleh alat, karena primer yang digunakan tidak dilabel fluorescent, otomatis tidak akan terbaca oleh detektor lasernya.

Tapi jangan khawatir, primer yang kita gunakan justru akan terbaca pada pembacaan dari arah sebaliknya. Jadi kalo primer Forward akan terbaca dari reaksi Reverse, dan sebaliknya, primer Reverse akan terbaca dari reaksi Forward. Tepatnya sekuen pada ujung 3&#039; (paling terakhir muncul) adalah sekuen dari primer arah sebaliknya itu.

Contoh nih, kita mensekuen dengan primer Forward, hasil pembacaan alat misalnya kayak gini (saya tampilkan ujung 3&#039;-nya aja):

......tgatagatagaACGTGTCGTAGTG

Maka sekuen primer arah sebaliknya (reverse) adalah yang tercetak dengan huruf kapital. Tapi ingat, karena posisinya terbalik, maka sekuen tersebut harus di-reverse-complement-kan. Jadi sekuen Primer Reversenya adalah:

CACTACGACACGT

Begitu juga sebaliknya.

Perlu diingat juga, sekuen primer kita akan terbaca oleh alat jika produk PCR yang kita analisa tidak terlalu panjang, jadi masih dalam batas kemampuan alat sekuensernya. Soalnya setiap mesin sekuenser memiliki kemampuan panjang pembacaan yang berbeda-beda. So.. kalo produk PCR kita lebih dari 1 kb misalnya, sepertinya gak mungkin kita bisa dapetin sekuen primer.

Cara lainnya adalah dengan melakukan analisa BLAST dari hasil sekuen, tapi ini sifatnya perkiraan saja. Jadi jika primer yang kita gunakan adalah primer yang spesifik untuk gen tertentu atau daerah-daerah sekuen tertentu yang sudah diketahui, maka jika hasil BLAST menunjukkan identitas yang kita harapkan (sesuai dengan fungsi primernya), berarti bisa diduga kuat bahwa primer kita sudah bekerja dengan baik mengamplifikasi daerah yang dimaksud.

Pembacaan Sekuen Conserve
Pada artikel di atas, yang mbak maksud sekuen conserve mungkin yang saya tulis sebagai &quot;Consensus&quot; itu. Jadi, dari hasil pembacaan sekuen dari kedua arah, dilakukan pairwise alignment, dan setelah disejajarkan dibuatlah sekuen yang merupakan gabungan keduanya (consensus).

Terkadang ada ketidakcocokan hasil pembacaan dari suatu arah dengan arah sebaliknya, misalnya dari arah forward terbaca &quot;C&quot; sementara sebaliknya terbaca &quot;A&quot;. Ini bisa saja terjadi terutama jika terjadi error pembacaan karena satu dan lain hal. Nah kalo terjadi yang seperti ini maka kita harus merujuk kembali ke kedua electropherogramnya, pada posisi tersebut peak mana yang benar-benar peak, apakah C atau A, lalu kemudian ditentukan mana yang kita ambil.

OK mbak? semoga bisa membantu...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Halo mbak Asri, </p>
<p>Saat kita melakukan sequencing pake metode dye-terminator (yang saat ini umum digunakan), sekuen primer yang kita gunakan pada reaksi cycle sequencing tidak akan terbaca oleh alat, karena primer yang digunakan tidak dilabel fluorescent, otomatis tidak akan terbaca oleh detektor lasernya.</p>
<p>Tapi jangan khawatir, primer yang kita gunakan justru akan terbaca pada pembacaan dari arah sebaliknya. Jadi kalo primer Forward akan terbaca dari reaksi Reverse, dan sebaliknya, primer Reverse akan terbaca dari reaksi Forward. Tepatnya sekuen pada ujung 3&#8242; (paling terakhir muncul) adalah sekuen dari primer arah sebaliknya itu.</p>
<p>Contoh nih, kita mensekuen dengan primer Forward, hasil pembacaan alat misalnya kayak gini (saya tampilkan ujung 3&#8242;-nya aja):</p>
<p>&#8230;&#8230;tgatagatagaACGTGTCGTAGTG</p>
<p>Maka sekuen primer arah sebaliknya (reverse) adalah yang tercetak dengan huruf kapital. Tapi ingat, karena posisinya terbalik, maka sekuen tersebut harus di-reverse-complement-kan. Jadi sekuen Primer Reversenya adalah:</p>
<p>CACTACGACACGT</p>
<p>Begitu juga sebaliknya.</p>
<p>Perlu diingat juga, sekuen primer kita akan terbaca oleh alat jika produk PCR yang kita analisa tidak terlalu panjang, jadi masih dalam batas kemampuan alat sekuensernya. Soalnya setiap mesin sekuenser memiliki kemampuan panjang pembacaan yang berbeda-beda. So.. kalo produk PCR kita lebih dari 1 kb misalnya, sepertinya gak mungkin kita bisa dapetin sekuen primer.</p>
<p>Cara lainnya adalah dengan melakukan analisa BLAST dari hasil sekuen, tapi ini sifatnya perkiraan saja. Jadi jika primer yang kita gunakan adalah primer yang spesifik untuk gen tertentu atau daerah-daerah sekuen tertentu yang sudah diketahui, maka jika hasil BLAST menunjukkan identitas yang kita harapkan (sesuai dengan fungsi primernya), berarti bisa diduga kuat bahwa primer kita sudah bekerja dengan baik mengamplifikasi daerah yang dimaksud.</p>
<p>Pembacaan Sekuen Conserve<br />
Pada artikel di atas, yang mbak maksud sekuen conserve mungkin yang saya tulis sebagai &#8220;Consensus&#8221; itu. Jadi, dari hasil pembacaan sekuen dari kedua arah, dilakukan pairwise alignment, dan setelah disejajarkan dibuatlah sekuen yang merupakan gabungan keduanya (consensus).</p>
<p>Terkadang ada ketidakcocokan hasil pembacaan dari suatu arah dengan arah sebaliknya, misalnya dari arah forward terbaca &#8220;C&#8221; sementara sebaliknya terbaca &#8220;A&#8221;. Ini bisa saja terjadi terutama jika terjadi error pembacaan karena satu dan lain hal. Nah kalo terjadi yang seperti ini maka kita harus merujuk kembali ke kedua electropherogramnya, pada posisi tersebut peak mana yang benar-benar peak, apakah C atau A, lalu kemudian ditentukan mana yang kita ambil.</p>
<p>OK mbak? semoga bisa membantu&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: asri sulfianti</title>
		<link>http://sciencebiotech.net/sequence-alignment-di-bioedit/comment-page-1/#comment-526</link>
		<dc:creator>asri sulfianti</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 03:15:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sciencebiotech.net/?p=241#comment-526</guid>
		<description>hmm, mas yepy, sekarang aku lagi kerja praktik di lembaga biologi molekkular eijkman, dan baru pertama kali sekuensing, hasil sekuensnya sudah kellar, tapi aku bingung intrepetasinya mas, aku sudah nge-alignment hasil sekuens sampelnya tapi bagamana caranya kita dapt melihat kalau primer yang kita gunakan telah berhasil menghibridisasi dna templatenya dan pembacaan sekuens conservenya bagaimana?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hmm, mas yepy, sekarang aku lagi kerja praktik di lembaga biologi molekkular eijkman, dan baru pertama kali sekuensing, hasil sekuensnya sudah kellar, tapi aku bingung intrepetasinya mas, aku sudah nge-alignment hasil sekuens sampelnya tapi bagamana caranya kita dapt melihat kalau primer yang kita gunakan telah berhasil menghibridisasi dna templatenya dan pembacaan sekuens conservenya bagaimana?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yepyhardi</title>
		<link>http://sciencebiotech.net/sequence-alignment-di-bioedit/comment-page-1/#comment-147</link>
		<dc:creator>yepyhardi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2009 21:49:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sciencebiotech.net/?p=241#comment-147</guid>
		<description>sama-sama mbak.. wah syukur deh kalau ternyata SB bisa membantu mahasiswa penelitian. Keep update dgn info-info dari kita ya.. kalau mbak atau mahasiswanya mau kontribusi kirim tulisan ke SB juga boleh.
Oh iya, kapan-kapan kalo mau ngadain kursus bioinformatics, insyaAllah kita siap.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sama-sama mbak.. wah syukur deh kalau ternyata SB bisa membantu mahasiswa penelitian. Keep update dgn info-info dari kita ya.. kalau mbak atau mahasiswanya mau kontribusi kirim tulisan ke SB juga boleh.<br />
Oh iya, kapan-kapan kalo mau ngadain kursus bioinformatics, insyaAllah kita siap.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tuti</title>
		<link>http://sciencebiotech.net/sequence-alignment-di-bioedit/comment-page-1/#comment-137</link>
		<dc:creator>tuti</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2009 10:05:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sciencebiotech.net/?p=241#comment-137</guid>
		<description>makasih  Mas Yepy....berguna sekali utk mahasiswa yg penelitiannya berhubungan dengan sekuensing, btw,,,mau kursus teh belum jadi yah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>makasih  Mas Yepy&#8230;.berguna sekali utk mahasiswa yg penelitiannya berhubungan dengan sekuensing, btw,,,mau kursus teh belum jadi yah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->