
Butanediol Molecule (image from invista.com)
Kontributor:
Megahwaty Effendy | Yurike Laurensia | Delia Agustina
(Fakultas Teknobiologi Unika Atmajaya Jakarta)
Siapa tidak mengenal bakteri Escherichia coli? Bakteri ini pertama kali ditemukan oleh Theodor Escherich pada tahun 1885. Bakteri ini sangat akrab dalam kehidupan manusia karena bakteri ini merupakan salah satu penghuni saluran pencernaan manusia. Meskipun begitu, tetap saja ada beberapa strain E. coli yang bersifat patogen, seperti Escherichia coli yang dapat menyebabkan diare berdarah. Tetapi, tidak semua strain E. coli merupakan patogen, E. coli juga banyak dimanfaatkan dalam bidang bioteknologi. Dalam artian luas, bioteknologi itu merupakan suatu cabang ilmu yang menggunakan sumber hayati untuk menghasilkan sesuatu yang dapat berguna bagi kebutuhan manusia. Di era modern ini, bioteknologi banyak digunakan untuk melakukan teknik rekayasa genetika, yaitu suatu teknik yang dilakukan untuk merubah susunan gen tertentu dari suatu organisme untuk berbagai macam kepentingan.
+Continue Reading
Istilah pencarian terpopuler untuk artikel ini:

Bhinneka Tunggal Ika (image from kayakarya.com)
Prof. Ir. Antonius Suwanto, Ph.D.
Guru Besar Genetika Molekul
Departemen Biologi, Institut Pertanian Bogor, Bogor
Setiap individu manusia dewasa tersusun dari sekitar 10 triliun sel yang tidak kasat mata. Oleh karena itu kita disebut sebagai makhluk multisel. Sel manusia itu sangat beragam: ukuran, jenis, jumlah, dan tugas atau fungsinya. Ada sel kulit, sel darah, sel tulang, sel jantung, sel otak dan lainnya. Sejumlah sel berkelompok membentuk suatu jaringan tertentu dengan fungsi yang khusus pula.
+Continue Reading
Istilah pencarian terpopuler untuk artikel ini:

Perbesaran mikroskopis plak gigi (image by STEVE GSCHMEISSNER / SCIENCE PHOTO LIBRARY)
Plak (plaque) alias karang gigi adalah salah satu masalah pada gigi yang paling sering ditemui terutama pada usia remaja dan dewasa. Sikat gigi saja tidak dapat mencegah 100% terbentuknya plak, makanya dokter gigi menyarankan agar kita membersihkan plak setidaknya setiap 6 bulan sekali. Namun belakangan ini para ilmuwan Jepang berhasil mengidentifikasi suatu jenis protein yang efektif mencegah terbentuknya plak. Jadi nantinya bisa dibuat suatu jenis pasta gigi yang mengandung protein ini yang dapat menghambat pertumbuhan plak. +Continue Reading
Istilah pencarian terpopuler untuk artikel ini:

Virus vs Bacteria (Image from cdn-www.cracked.com)
Ternyata sistem imun tidak hanya milik makhluk hidup tingkat tinggi seperti manusia dan hewan, bakteri pun memilikinya. Sistem imun pada bakteri bahkan diperkirakan merupakan sistem imun alami paling primitif di dunia ini. Bagaimana proses yang terjadi sehingga bakteri bisa memiliki sistem imun sehingga dapat tahan antibiotik dan zat kimia tertentu? Mari kita simak hasil penelitian Prof. Thomas Wood dari Departemen Artie McFerrin Kimia Teknik Texas A&M University yang dimuat di situs ScienceDaily. +Continue Reading
Istilah pencarian terpopuler untuk artikel ini:

Bacterial Transformation (Image from gbiosciences.com)
Para ilmuwan rekayasa genetika gemar melakukan eksperimen dengan ‘menggunting’, ‘menyambung’ dan ‘menempelkan’ fragmen-fragmen DNA, kemudian memasukkannya ke dalam sel makhluk hidup seperti bakteri, fungi, tanaman dan juga hewan untuk dilihat bagaimana efek dari DNA yang dimasukkannya itu. Lantas bagaimana caranya agar suatu fragmen DNA dapat dimasukkan ke dalam sel makhluk hidup dan dapat berfungsi layaknya DNA milik sel itu sendiri?
Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, kita kilas balik sejenak ke tahun 1928 ketika Frederick Griffith sedang mencari vaksin untuk melawan bakteri penyebab pneumonia yaitu Streptococcus pneumoniae. Saat itu ia dibuat heran ketika strain bakteri S. pneumoniae yang tidak virulen dapat berubah menjadi virulen setelah kontak dengan strain yang virulen yang sudah mati. Kok bisa? apa yang menyebabkan perubahan itu? +Continue Reading
Istilah pencarian terpopuler untuk artikel ini:

Awas, kuman berbahaya mengincar Anda (Image from www.dreamstime.com)
Bekerja tanpa ditemani secangkir minuman favorit dan sepiring cemilan, rasanya kurang seru ya? Apakah Anda juga memiliki kebiasaan seperti ini? Membawa makanan dan minuman ke meja kerja dan menikmatinya selagi bekerja? Jika iya, maka berhati-hatilah! Jangan-jangan mikroorganisme tak kasat mata dalam jumlah besar sedang berpesta pora dan mengancam kesehatan Anda.
Kebiasaan seperti di atas, ditambah kebiasaan buruk lainnya bisa menyebabkan meja kerja, keyboard, mouse komputer, alat tulis, tumpukan kertas bahkan setiap sudut ruang kantor Anda dihuni oleh kuman penyebab penyakit. Ini bisa terjadi karena kita cenderung menganggap bahwa ruangan kantor adalah ruangan yang bersih, padahal belum tentu, jika jarang dibersihkan, jumlah bakteri yang ada di meja kerja bisa melebihi rata-rata jumlah bakteri di toilet lho! Gawat kan? Apalagi jika Anda berbagi ruangan dengan rekan-rekan lain dan mejanya saling berhimpit.
Sekarang coba kita ingat-ingat, seberapa sering kita membersihkan meja kerja? Apa kita hanya mengandalkan office boy saja? Yakin meja kita bakalan bersih? Jangan-jangan yang terjadi malah saling bertukarnya bakteri dari satu meja ke meja lain gara-gara cara membersihkan yang tidak tepat. Selain itu, bakteri bisa saling bertukar tempat dengan cara yang bahkan tidak kita pikirkan sama sekali, misalnya saat kita berjabatan tangan, menyentuh gagang pintu, berbagi mesin fax, telepon dan komputer. Kalau sudah begini, meja kita bisa menjadi tempat yang subur untuk bakteri berkembang biak.
Ngomong-ngomong masalah kebersihan di kantor, kebetulan saya menemukan serpihan artikel koran, meskipun sudah cukup lama, yaitu koran tahun 2004, namun artikelnya sangat menarik dan relevan. Ada sebuah studi yang dilakukan oleh Soap and Detergent Association di Washington sono, yang menemukan bahwa dari 1000 responden para pekerja kantoran, 32 persennya tidak selalu mencuci tangan sebelum makan siang, 85 persen pekerja makan di meja kerjanya, 45 persen pekerja pernah melihat rekan kerjanya keluar dari toilet tanpa mencuci tangan, 22 persen melihat seorang rekannya bersin, batuk atau menguap tanpa menutupi mulutnya, dan lebih dari setengahnya merasakan adanya korelasi antara kebersihan kantor dengan jumlah pekerja yang izin tidak masuk kerja karena sakit.
Menurut Charles Gerba, seorang profesor mikrobiologi lingkungan di University of Arizona yang meneliti bagaimana penyakit ditularkan, kuman pilek atau flu dapat bertahan di atas permukaan suatu benda hingga tiga hari lamanya. Jadi meskipun rekan kerja Anda sudah terbaring sakit di rumahnya karena flu, tapi ia sudah meninggalkan ‘buah tangan’ berupa sekumpulan kuman untuk Anda dan rekan-rekan lainnya.
Selain itu, studi yang dilakukan Gerba tersebut juga menemukan bahwa rata-rata setiap pekerja menyentuh 30 permukaan setiap menitnya, dari keyboard komputer ke mouse, lalu ke gagang telepon, dll. Sebuah meja kerja rata-rata menampung bakteri 400 kali lebih banyak dibanding rata-rata toilet!
Profesor Gerba merekomendasikan penggunaan hand sanitizer atau gel alkohol untuk membersihkan tangan, dan menyemprot atau mengelap meja kerja setiap hari menggunakan pembersih disinfektan untuk meningkatkan kebersihan kantor. Jika tidak, maka setiap hari jumlah bakteri di meja kita akan terus meningkat. Jadi itu semua bisa diatasi dengan gaya hidup yang bersih dan higienis.
Istilah pencarian terpopuler untuk artikel ini: