Archive for: electrophoresis

Trik Mengatasi Kebocoran Gel SDS-PAGE

Analisis ukuran protein dengan SDS-PAGE

Analisis ukuran protein dengan SDS-PAGE (image from piercenet.com)

SDS-PAGE atau Sodium Dodecyl Sulfate – PolyAcrylamide Gel Electrophoresis adalah teknik sederhana yang umum digunakan untuk menganalisa ukuran protein. Bagi Anda yang pernah melakukannya tentu tahu bahwa salah satu tahapan kritis analisa ini adalah pada saat pembuatan gel SDS-PAGE-nya, kurang cermat bisa menyebabkan kebocoran sehingga gel yang terbentuk tidak sempurna. Nah, bagaimana cara mengatasi kebocoran ini? +Continue Reading

Istilah pencarian terpopuler untuk artikel ini:
kebocoran protein (29) | elektroforesis sds page (28) | sds page (23) | metode sds page (7) | metode sds-page (5) | sds page adalah (5) | prosedur sds-page (3) | analisis sds page (3) | reaksi SDS dengan protein (2) | sds-page-membuat gel (2) | teori dna sequencing gel (2) | prosedur sds page protein (2) | penambahan pada elektroforesis menyebabkan protein bermuatan negatif (2) | permasalahan dalam pembuatan gel (2) | tujuan sds-page (2) | mengobati kebocoran sperma (2) | elektroforesis protein sds page (2) | analisis protein babi sds-page (2) | bagaimana cara menanggulangi Kebocoran mani (2) | cara mengatasi kebocoran sperma (1) |

Mengenal Teknik DNA Sequencing

DNA Sequencing (Image from servicexs.com)

DNA Sequencing (Image from servicexs.com)


Bagaimana prinsip analisa DNA Sequencing berbasis Sanger Method yang fenomenal dan kini menjadi andalah jutaan ilmuwan di seluruh dunia?

Informasi genetik pada suatu makhluk hidup tersimpan pada DNA-nya. Nah, untuk mengetahui informasi genetik tersebut digunakan teknik DNA Sequencing, yaitu metode yang digunakan untuk menentukan urutan basa nukleotida (adenine, guanine, cytosine dan thymine) pada molekul DNA. Saat ini teknik DNA Sequencing sudah memasuki tahap baru yang mengarah pada large scale atau high-throughput sequencing, jutaan bahkan miliaran basa nukleotida DNA dapat ditentukan urutannya dalam sekali run saja.
+Continue Reading

Istilah pencarian terpopuler untuk artikel ini:
sequencing DNA (160) | dna sequencing (149) | DNA sequencing adalah (28) | ddNTP (24) | dNTP ddNTP (18) | sequencing (15) | ddNTP dNTP (14) | dna sequencer (12) | Sanger method (11) | dna sekuensing (10) | sequence dna (10) | metode sekuensing DNA (10) | DNA SEQUENCE (10) | high throughput sequencing (10) | sequensing DNA (10) | proses sequencing dna (7) | metode sequencing DNA (7) | teknik sequencing (6) | penentuan sekuen dna (6) | proses dna sekuensing (5) |

Elektroforesis; Pintu Gerbang Penelitian Biologi Molekular

Gel Electrophoresis; image from http://clearlyexplained.com/culture/health/electrophoresisgel.jpg

Gel Electrophoresis; image from http://clearlyexplained.com/culture/health/electrophoresisgel.jpg

Saat ini, teknik pemisahan dan pemurnian DNA/RNA merupakan teknik yang tidak dapat dipisahkan dari biologi molekular. Hampir semua penelitian DNA/RNA mesti melibatkan pemisahan dan pemurnian yang tekniknya cukup beragam. Elektroforesis adalah salah satu teknik pemisahan paling populer, maka tak heran jika elektroforesis disebut sebagai pintu gerbang dari berbagai penelitian biologi molekular. Nah, sekarang ada baiknya kita telusuri dulu teknik-teknik tersebut dari masa ke masa.

Oh ya, pada prinsipnya elektroforesis itu adalah teknik pemisahan campuran molekul yang didasarkan pada perbedaan muatan listriknya sehingga pergerakan molekul-molekul tersebut pada suatu fasa diam (stationary phase) dalam sebuah medan listrik akan berbeda-beda.

Elektroforesis dengan Kertas Saring

Smithies menerima hadiah NobelSmithies menerima hadiah Nobel
Smithies menerima hadiah Nobel

Kisah teknik pemisahan DNA/RNA ini berawal dari sekelompok ilmuwan biokimia di awal tahun 1950-an yang sedang meneliti mekanisme molekular DNA/RNA hidrolisis. Saat itu, tepatnya tahun 1952, Markham dan Smith mempublikasikan bahwa hidrolisis RNA terjadi melalui mekanisme pembentukan zat antara (intermediate) posfat siklik, yang kemudian menghasilkan nukleosida 2′-monoposfat dan 3′-monoposfat. Bagaimana keduanya bisa mengungkap rahasia ini?

Paper Electrophoresis. Image from www.funsci.comPaper Electrophoresis. Image from www.funsci.com
Paper Electrophoresis. Image from www.funsci.com

Ternyata mereka menggunakan suatu peralatan yang dapat memisahkan komponen campuran reaksi hidrolisis tadi, salah satunya yaitu nukleotida ‘siklik’ yang membawa pada kesimpulan bahwa hidrolisis RNA terjadi melalui pembentukan intermediate posfat siklik. Peralatan itu mereka namakan ‘elektroforesis‘, yang dibuat dari kertas saring Whatman nomor 3, sebuah tangki kecil dan berbagai larutan penyangga (buffer). Nukleotida yang sudah terhidrolisis ditaruh di atas kertas saring, kemudian arus listrik dialirkan melalui kedua ujung alat elektroforesis.

Arus listrik yang dialirkan ini ternyata dapat memisahkan campuran kompleks reaksi tadi menjadi komponen-komponennya, ini akibat adanya perbedaan minor antara struktur molekul RNA yang belum terhidrolisis, zat antara (intermediate) dan hasil reaksi (nukleosida 2′-monoposfat dan nukleosida 3′-monoposfat) yang menyebabkan mobilitas alias pergerakan mereka pada kertas saring berbeda-beda kecepatannya. Karena pada akhir proses elektroforesis komponen tersebut terpisah-pisah, mereka dapat mengisolasi dan mengidentifikasi setiap komponen tersebut.

Elektroforesis Gel Kanji

Starch Gel Electrophoresis. Image from http://www.terrapub.co.jpStarch Gel Electrophoresis. Image from http://www.terrapub.co.jp
Starch Gel Electrophoresis. Image from http://www.terrapub.co.jp

Selanjutnya teknik elektroforesis dikembangkan untuk memisahkan biomolekul yang lebih besar. Tahun 1955 Smithies mendemonstrasikan bahwa gel yang terbuat dari larutan kanji dapat digunakan untuk memisahkan protein-protein serum manusia. Caranya yaitu dengan menuangkan larutan kanji panas ke dalam cetakan plastik, setelah dibiarkan mendingin kanji tersebut akan membentuk gel yang padat namun rapuh. Gel kanji berperan sebagai fasa diam (stationary phase) menggantikan kertas saring Whatman pada teknik terdahulu.

Ternyata elektroforesis gel yang diperkenalkan Smithies memicu para ilmuwan untuk menemukan bahan kimia lain yang dapat digunakan sebagai bahan gel yang lebih baik, seperti agarosa dan polimer akrilamida.  Dan penemuan elektroforesis gel kanji di awal karir Smithies membawanya menerima hadiah nobel bidang kedokteran tahun 2007.

Polyacrilamide Gel Electrophoresis (PAGE)

Polyacrylamide Gel Electrophoresis (PAGE). Image from www.siumed.eduPolyacrylamide Gel Electrophoresis (PAGE). Image from www.siumed.edu
Polyacrylamide Gel Electrophoresis (PAGE). Image from www.siumed.edu

Teknik elektroforesis gel makin berkembang dan disempurnakan, hingga 12 tahun kemudian ditemukan gel poliakrilamida (PAGE = Polyacrilamide Gel Electrophoresis) yang terbentuk melalui proses polimerisasi akrilamida dan bis-akrilamida. PAGE ini sanggup memisahkan campuran DNA/RNA atau protein dengan ukuran lebih besar.

Meskipun aplikasi elektroforesis makin berkembang luas, namun ternyata teknik ini masih menyerah jika digunakan untuk memisahkan DNA dengan ukuran yang super besar, misalnya DNA kromosom. Campuran DNA kromosom tidak dapat dipisahkan meskipun ukuran mereka berbeda-beda.

Pulse-Field Gel Electrophoresis (PFGE)

Skema Pulsed Field Gel Electrophoresis (PFGE)Skema Pulsed Field Gel Electrophoresis (PFGE)
Skema Pulsed Field Gel Electrophoresis (PFGE)

Pertengahan 1980-an, Schwartz dan Cantor membeberkan ide cerdasnya untuk memisahkan campuran DNA berukuran super besar menggunakan teknik yang dinamakan Pulse-field Gradient Gel Electrophoresis (PFGE), yang menggunakan pulsa-pulsa pendek medan listrik tegak lurus yang arahnya berganti-ganti. Teknik PFGE kini digunakan secara luas oleh para ahli biologi dalam studi genotyping berskala masif, juga analisa epidemiologi molekular pada patogen.

Keempat teknik di atas merupakan pintu masuk bagi penelitian-penelitian lainnya dalam bidang biologi molekular yang kini berkembang sangat pesat. Sulit dibayangkan sebuah laboratorium biologi molekular dapat menghasilkan sesuatu tanpa teknik elektroforesis. Tanpa elektroforesis, DNA/RNA yang sedang kita teliti akan bercampur dengan kontaminan yang tidak kita inginkan, sulit pula membayangkan cara mengetahui ukuran DNA/RNA/protein yang lebih praktis selain dengan elektroforesis, bahkan teknik DNA sequencing modern sekalipun sangat bergantung pada teknik elektroforesis ini. Terima kasih kepada Markham dan Smith yang telah mencoba meneteskan RNA hidrolisat pada selembar kertas saring dan memisahkannya dengan arus listrik.

Sumber:

  • Finkelstein, 2007, Nature Milestones; DNA Technologies, Nature Publishing Group.
  • http://dukeresearch.blogspot.com/2009/04/flipping-through-chronicles-of-nobel.html
Istilah pencarian terpopuler untuk artikel ini:
elektroforesis (897) | elektroforesis dna (167) | biologi (100) | elektroforesis kertas (93) | elektroforesis gel (77) | prinsip kerja elektroforesis (72) | pfge (60) | contoh elektroforesis (58) | prinsip elektroforesis (46) | alat elektroforesis (46) | elektroforesis adalah (43) | penelitian biologi (43) | aplikasi elektroforesis (39) | molekul hayati (39) | teknik elektroforesis (38) | pohon karir (35) | paper electrophoresis (23) | pulsed field gel electrophoresis (21) | proses elektroforesis (16) | penelitian biologi dalam bidang molekuler (16) |
x