Antibiotik yang Digunakan dalam Biologi Molekular
Secara umum, antibiotik itu adalah sebuah senyawa atau zat (juga dikenal dengan chemotherapeutic agent) yang dapat membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri. Antibiotik-antibiotik yang tergolong pada kelompok senyawa-senyawa antimikrobial digunakan untuk mengobati infeksi-infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme termasuk fungi dan protozoa.
Dalam teknik biologi molekular, antibiotik telah digunakan secara luas untuk membunuh/menghambat pertumbuhan bakteri, fungi, yeast dan juga mycoplasma. Berikut ini adalah beberapa jenis antibiotik yang umum digunakan beserta referensi mengenai mekanisme, kisaran penggunaan dan konsentrasi kerja yang diperlukannya.
*Singkatan: Gm(+/-)=Gram positif/negatif; My=mycoplasma; F=fungus; Ye=yeast.
Ampicillin
- Kelas: Beta-lactam
- Kisaran: Gm+, Gm-
- Mekanisme: Menghambat transpeptidase yang diperlukan untuk sintesis dinding sel
- Resistensi disebabkan oleh Beta-lactamase. Memotong cincin beta-lactam pada amphicillin
- Konsentrasi: 100 – 200 ug/ml
Amphotericin B
- Kelas: Beta-lactam
- Kisaran: Ye, Fu, My
- Mekanisme: Membentuk Kompleks dengan kolesterol, membentuk suatu pori yang membuat glukosa bisa lolos (leakage)
- Konsentrasi: 2.5 ug/ml
Carbenicillin
- Kelas: Beta-lactam
- Kisaran: Gm+, Gm-
- Mekanisme: Seperti ampicillin
- Penyebab resistensi sama seperti ampicillin, tetapi carbenicillin rusak lebih lambat oleh beta-lactamase
- Konsentrasi: 100 ug/ml
Chloramphenicol
- Kisaran: Gm+, Gm-
- Mekanisme: Mengikat pada ribosomal 50S subunit, mencegah peptidyl transferase yang diperlukan untuk translasi
- Resistensi disebabkan oleh Chloramphenicol acetyltransferase yang menambahkan sebuah gugus asetil untuk membentuk AcoA pada chloramphenicol, dengan menginaktifasinya
- Konsentrasi: 5 – 10 ug/ml
Erythromycin
- Kelas: Macrolide
- Kisaran: Gm+, Gm-
- Mekanisme mirip dengan chloramphenicol
- Resistensi disebabkan oleh ermC methyltransferase yang memetilasi 23S rRNA, mencegah penempelan erythromycin ke ribosom
- Konsentrasi: 100 ug/ml
Kanamycin
- Kelas: Aminoglycoside
- Kisaran: Gm+, Gm-, My
- Mekanisme: Terikat pada 30S ribosomal sub-unit, memblokir inisiasi kompleks dan menyebabkan frame-shift mutations serta menghambat translasi
- Resistensi disebabkan oleh Kanamycin phosphotransferase yang mempengaruhi posforilasi ATP-dependent pada residu-residu hydroxyl pada kanamycin
- Konsentrasi: 100 ug/ml
Gentamycin
- Kelas: Aminoglycoside
- Kisaran: Gm+, Gm-
- Mekanisme: Mirip dengan kanamycin
- Resistensi disebabkan oleh Gentamycin acetyltransferase; mekanisme mirip dengan chloramphenicol acetyltransferase
- Konsentrasi: 25 – 50 ug/ml
Neomycin
- Kelas: Aminoglycoside
- Kisaran: Gm+, Gm-
- Mekanisme: Mirip dengan kanamycin
- Resistensi disebabkan oleh Neomycin phosphotransferase; mekanisme mirip dengan kanamycin phosphotransferase
- Konsentrasi: 25 – 50 ug/ml
Nystatin
- Kisaran: Ye, Fu
- Mekanisme: Mirip dengan amphotericin B
- Konsentrasi: 50 ug/ml
Rifampicin (Rifampin)
- Kelas: Semi-synthetic
- Kisaran Gm+, Gm-
- Mekanisme: Menghambat DNA dependent RNA polymerase, mencegah terjadinya transkripsi
- Konsentrasi: 50 ug/ml
Streptomycin
- Kelas: Aminoglycoside
- Kisaran: Gm+, Gm-
- Mekanisme: Mengikat pada 16S ribosomal sub-unit, mencegah inisiasi pada translas
- Resistensi disebabkan oleh Streptomycin 3’-adenyltransferase yang mentransfer gugus adenyl dari ATP ke streptomycin
- Konsentrasi: 50 ug/ml
Tetracycline
- Kelas: Tetracyclin
- Kisaran: Gm+, Gm-
- Mekanisme: Mencegah aminoacyl tRNA agar tidak terikat pada 30S sub-unit
- Resistensi disebabkan oleh TetR-TN10 gene yang mengkodekan sebuah inner membrane protein yang memompa tetracycline keluar dari sel
- Konsentrasi: 50 ug/ml
Sumber: bitesizebio.com


















