Archive for: troubleshoot

Troubleshooting Guide. ‘Keanehan-keanehan’ pada Electropherogram

dna_sequencer

Alat DNA Sequencer

Hasil analisa DNA sequencing idealnya terdiri atas peak-peak yang terbaca dengan jelas, memiliki baseline noise rendah, background yang tidak signifikan dan memiliki spasi antar peak yang merata. Namun pada kenyataannya terkadang electropherogram dari sampel kita jauh dari harapan dan mengandung banyak ‘keanehan-keanehan’. Apa saja keanehan yang sering terjadi dan mengapa bisa terjadi?

Electropherogram hanya berisi noise atau peak-peak yang lemah

Tidak jarang hasil DNA sequencing tidak dapat terbaca karena peak yang muncul sangat buruk kualitasnya, boleh dibilang hanya ada noise pada electropherogram, sehingga software komputer membacanya sebagai deretan ‘N’ tak berujung. Pendek kata hasil pembacaan komputer sama sekali tidak dapat dipercaya dan analis tidak dapat melakukan interpretasi apapun. Berikut ini contoh electropherogramnya: +Continue Reading

Istilah pencarian terpopuler untuk artikel ini:
pengukuran konsentrasi dna (4) | pembacaan absorbansi yang baik (3) | langkah-langkah membuat peak pada bioedit (3) | primer dimer sequence (3) | artifak in biochemical (2) | estimasi konsentrasi dan kemurnian dna dengan spektrofotometer (2) | kenapa rt-pcr tidak muncul band (2) | dimer elektroforesis merupakan (2) | mengapa garam bisa menganggu templet DNA (2) | cara mengetahui primer kita dapat teramplifikasi (2) | trouble pcr yang sering terjadi (2) | mikromolar (2) | pembacaan absorbansi yang baik dengan menggunakan spektrofotometer (1) | penggunaan spektrofotometer yang baik dan benar (1) | penggunaan struktur untuk pendahuluan trouble shooting (1) | pengaruh pengotor terhadap absorbansi (1) | penyebab absorbansi tidak terbaca (1) | penyebab bands elektroforesis tidak memisah sempurna (1) | trouble shooting spektrofotometer (1) | template DNA yang buruk (1) |
x