Meskipun belum ada kasus infeksi flu babi pada manusia di Indonesia, namun tak ada salahnya kita melakukan tindakan antisipatif untuk mencegah hal-hal buruk menimpa kita. Berikut ini adalah rekomendasi CDC Amerika untuk menjaga agar tubuh kita tetap sehat.
- Pantau terus informasi. Banyak website dan media massa lainnya yang menyajikan informasi terkini mengenai penyebaran wabah flu babi. Selalu merujuk pada sumber yang dapat dipercaya agar tidak termakan isu-isu yang menyesatkan.
- Influenza diduga menyebar terutama antar individu melalui batuk dan bersin orang yang terinfeksi.
- Lakukan kegiatan sehari-hari yang dapat membuat Anda tetap sehat. Olah raga teratur yang disertai pola hidup sehat harus terus dilaksanakan.
- Tutuplah hidung dan mulut Anda dengan tissue ketika batuk atau bersin. Buang segera tissue yang sudah digunakan ke tempat sampah.
- Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air, terlebih sehabis Anda batuk atau bersin. Pencuci tangan berbahan dasar alkohol juga efektif untuk digunakan.
- Jangan menyentuh mata, hidung atau mulut. Karena begitulah cara kuman menyebar.
- Tetap di rumah jika Anda sakit, sebaiknya tidak pergi bekerja atau bersekolah dan batasi kontak dengan orang lain agar tidak menularkan penyakit kepada orang lain.
- Ikuti petunjuk dari instansi kesehatan publik mengenai penutupan sekolah, hindari keramaian dan menjaga jarak dalam melakukan kegiatan sosial lainnya. Ini dilakukan jika wabah sudah terjadi di negeri ini, moga-moga nggak ya
- Mulailah menyiapkan P3K untuk keluarga Anda. Sediakan suplai makanan, obat-obatan, masker, pencuci tangan beralkohol dan barang-barang penting lainnya.
Sumber: CDC
Istilah pencarian terpopuler untuk artikel ini:
Kemajuan ilmu dan teknologi memang sangat luar biasa. Saat ini sebuah tim ilmuwan di Jerman telah berhasil membuat sel jantan (sperma) dari jaringan tulang bagian dalam yang membuka harapan akan pembuatan sel jantan dewasa secara massal yang dapat berguna dalam salah satu program terapi bagi pasangan yang kurang subur atau memperbaiki kesuburan pria yang menjadi mandul akibat menjalani terapi kanker.
Impian akan hal itu tampak masih jauh untuk dapat diterapkan, namun para ilmuwan berharap sangat dapat membuat sel jantan yang dewasa (matang) dalam waktu tiga tahun kedepan.
Tim peneliti dipimpin Profesor Karim Nayernia dari Universitas Goettingen, pertama-tama mengambil jaringan bagian dalam tulang para pria relawan. Dari sample tersebut mereka memisahkan sel batang mesenchymal (jaringan ikat dalam mesoderm yang akan berkembang didalam jaringan tubuh antara lain jaringan otot). Sel batang adalah sel yang belum matang (dewasa) yang dapat berkembang tumbuh menurut jalur fungsinya yang berbeda.
Dengan menggunakan salah satu bentuk vitamin A, para peneliti membuat sel mesenchymal menjadi sel awal PgCs sel pada tahap pertama perubahan bentuk menuju sel jantan. Dari para ahli genetika diketahui bahwa sebagian dari PgCs kemudian berubah menjadi sel batang spermatagonial tingkat yang lebih lanjut.
Dalam kondisi normal sel-sel tersebut secara bertahap akan berubah menjadi sel yang matang (dewasa), sel jantan dengan fungsinya yang dapat membuahi sel telur. Sekitar 3% sel batang yang diambil dari jaringan tulang bagian dalam dapat mencapai perubahan hinga ke bentuk sel spermatagonial.
Dalam penelitian sebelumnya, Profesor Nayernia mengambil dan mengembangkan sel batang sel jantan tikus dari jaringan tulang bagian dalam dan mentransplantasikan ke testes( buah zakar) hewan lain .
Nayernia berharap dari penelitian dunia ilmu kedokteran dapat membawa hasil bagi terapi pria tidak subur. Terutama ilmuwan yang memimpin penelitian ini menginginkan kemungkinan mengembalikan fertilitas pada pria usia muda yang harus menjalani kemoterapi karena mengidap kanker.
Hal itu dapat memungkinkan melakukan kultur (biakan murni) terhadap sel jantan di tahap awal di dalam laboratorium dari sampel jaringan bagian dalam tulang atau jaringan testes, yang akan dapat ditanamkan kembali ke testes (buah zakar).
Istilah pencarian terpopuler untuk artikel ini:

George Clooney
Banyak orang tidak menginginkan rambut abu-abu karena dianggap identik dengan usia lanjut, namun kini diduga bahwa proses yang menghasilkan rambut abu-abu tersebut dapat melindungi kita dari kanker.
Melanocyte adalah sel yang memproduksi pigmen yang mewarnai rambut, jumlah sel tersebut terus ditingkatkan oleh stem cell sehingga warna rambut dapat terus terjaga. Nah, jika rambut mulai berwarna abu-abu, itu karena jumlah stem cell dalam folikel rambut berkurang. Kenapa bisa berkurang? Inilah yang berusaha dijawab oleh Emi Nishimura dari Tokyo Medical and Dental University Jepang, dengan menelitinya pada tikus percobaan.

Image from technabob.com.
Nishimura bereksperimen dengan memajan (expose) tikus kepada radiasi dan bahan kimia yang dapat merusak DNA sehingga stem cell juga menjadi rusak dan berubah secara permanen menjadi melanocyte, akibatnya sudah barang tentu berpengaruh pada jumlah stem cell yang dapat menambah jumlah melanocyte. Dan ternyata sang tikus pun ikut-ikutan berbulu abu-abu (Cell, vol 137, p 1088). Tim Nishimura mengajukan bahwa proses yang sama juga terjadi pada manusia yang berusia lanjut, dimana kerusakan DNA terakumulasi seiring dengan bertambahnya usia, sehingga mengakibatkan penurunan jumlah stem cell dalam folikel.
David Fisher, seorang peneliti kanker di Harvard Medical School, menduga bahwa proses-proses tersebut dapat membantu melindungi kita dari kanker, yaitu dengan mengurangi proliferasi stem cell yang mengandung DNA yang rusak, yang mana dapat membawa mutasi. “Satu yang mungkin merupakan efek menguntungkan adalah tersingkirnya sel yang berpotensi bahaya yang mungkin mengandung kemampuan pra-kanker,” tambahnya.
Jadi pilih mana? Rambut hitam atau abu-abu?
Sumber: NewScientist.com
Istilah pencarian terpopuler untuk artikel ini:

XX Chromosome (image from nature.com)
Antonius Suwanto, Ph.D.
Guru Besar Rekayasa Genetika
Institut Pertanian Bogor
Secara biologi, karakteristik seksual utama manusia laki-laki ditandai dengan adanya testis; atau dengan adanya ovari pada manusia perempuan. Karakteristik seksual sekunder seperti adanya penis pada laki-laki, dan vagina pada perempuan merupakan akibat dari adanya testis atau ovari.
Pembentukan testis atau ovari dimulai sejak bayi dalam kandungan dari suatu jaringan yang disebut bipotential gonad. Jaringan ini dapat berkembang menjadi testis atau ovari bergantung dari ada atau tidaknya ekspresi gen penyandi testis determining factor (TDF) atau sex determining region on Y chromosome (sry). Jadi gen sry ini terdapat pada kromosom Y. Oleh karena itu, pada individu yang mempunyai kromosom XY akan terbentuk testis sedangkan pada individu XX terbentuk ovari. +Continue Reading
Istilah pencarian terpopuler untuk artikel ini:
Akhir April 2009 dunia dihebohkan dengan terjadinya serangan swine flu atau flu babi di wilayah Meksiko. Selain karena jumlah korban yang terus meningkat, penyebaran penyakit virus ini pun tergolong cepat. Hingga tanggal 27 April ini Yahoo! News melansir bahwa hampir 2000 orang di Meksiko diduga terinfeksi flu babi dan 149 diantaranya meninggal dunia. Di Amerika Serikat, CDC melaporkan bahwa kasusnya membengkak menjadi 40, yaitu di New York, Ohio, Kansas, Texas dan California. Total seluruh dunia ada 73 kasus, termasuk enam di Kanada, satu di Spanyol dan dua di Skotlandia. Dan jumlah ini dikhawatirkan akan terus bertambah mengingat belum ada tanda-tanda serangan virus ganas ini akan segera berakhir.
Guna menyikapi hal tersebut, WHO sudah menaikkan tingkat kewaspadaan menjadi Fase 4 yang berarti bahwa dimungkinkan adanya penularan virus penyebab outbreak antar manusia setidaknya di satu negara. Beberapa hari berikutnya status tersebut kembali naik menjadi fase 5 dari 6 fase pandemic. Fase 5 berarti penyebaran virus dari manusia ke manusia di dua atau lebih negara yang berada dalam wilayah WHO. Meskipun tentu saja kita berharap serangan virus ini tidak sampai naik tingkat lagi seperti yang dikhawatirkan.
Virus Flu Babi, Punya Unsur Genetik Baru
Sebelum membahas lebih detail virus flu babi, ada baiknya Anda membaca artikel “Mengenal Virus Influensa” lebih dulu.
Dari tiga kelompok Influenzavirus yang biasa menyerang manusia, hanya Influenzavirus A (umum) dan C (jarang) yang biasa menyerang babi. Influenzavirus A yang menyerang pun hanya subtipe H1N1, H1N2, H3N1, H3N2 dan H2N3. Dan yang sekarang ini bikin heboh adalah subtype H1N1 yang diduga sudah mengalami modifikasi unsur-unsur genetik. Hii, serem gak sih?
Eh, ngomong-ngomong unsur genetik itu apa ya? Begini, seperti kita ketahui setiap makhluk hidup memiliki unsur genetik (biasanya DNA) yang memiliki peran sangat penting dalam kehidupan, misalnya ‘menentukan’ bentuk tubuh manusia itu seperti apa, atau bagaimana bentuk dan warna bunga pada tumbuhan, dll. Virus flu sedikit berbeda, unsur genetiknya adalah RNA, bukan DNA. Unsur genetik pada virus flu terutama berperan untuk mengatur bagaimana virus tersebut dapat menginfeksi sel pada tubuh inangnya, bagaimana dia memperbanyak diri, bagaimana cara dia keluar dari sel inang untuk menyerang sel-sel lainnya dan bagaimana dia bisa bertahan dari serangan antibodi yang ada pada si inang tersebut. Itu semua diatur oleh unsur-unsur genetik berupa RNA tadi.
Struktur gen virus influenza
Struktur gen virus influenza
|
Genetic Origin of the 2009 swine flu virus
- HA — Hemagglutinin — swine (H1) — North America
- NA — Neuraminidase — swine (N1) — Europe
- PA — Polymerase Acid — avian — North America
- PB1 — Polymerase Basic Subunit 1 — human — 1993 H3N2 strain
- PB2 — Polymerase Basic subunit 2 — avian — North America
- NP — Nucleoprotein — swine — North America
- M — Matrix protein M1, M2 — swine — Eurasia
- NS — Non-structural proteins NS1, NEP — swine — North America
Source: La fiche d’identité d’un virus inédit, Lemonde.fr.
Virus flu babi yang diisolasi dari pasien di US ditemukan terbuat dari unsur-unsur genetik yang berasal dari empat virus flu yang berbeda yaitu campuran dari virus flu babi Amerika Utara, avian flu Amerika Utara, flu manusia dan flu babi yang biasanya ditemukan di Asia dan Eropa, suatu campuran sekuen genetik yang tidak lazim. Dan virus yang baru ini nampaknya merupakan hasil ‘reassortment‘ dari virus flu manusia dan flu babi, dalam keempat strain yang berbeda dari subtipe H1N1. Karakterisasi genetic awal mengungkap bahwa gen hemagglutinin (HA) mirip dengan gen HA pada virus flu babi yang ada di USA sejak tahun 1999, sedangkan gen neuraminidase (NA) dan gen protein matriks (M) merupakan versi resemble yang ada pada isolate flu babi Eropa. Enam gen dari flu babi Amerika sendiri merupakan campuran virus flu babi, flu burung dan flu manusia. Mengingat virus dengan makeup genetik semacam ini belum pernah ditemukan sebelumnya, sehingga tidak ada sistem pengawasan nasional resmi untuk menentukan virus apa yang bersirkulasi pada babi di Amerika.
Mungkin jadi pertanyaan, kok bisa materi genetik virus tersebut saling ‘bercampur’ membentuk suatu strain virus yang baru, apalagi disinyalir berasal dari tiga benua yang secara geografis berjauhan? Memang begitulah virus, diantara makhluk-makhluk lain viruslah yang paling mudah mengalami mutasi (perubahan) unsur genetik. Mungkin ini merupakan salah satu strategi virus tersebut untuk bertahan hidup ditengah gempuran sistem imun si inangnya, jadi dengan bermutasi secara cepat dia akan lebih sulit dikenali oleh sistem imun tubuh inang.
Kembali ke virus baru nan heboh ini, karena virus ‘gado-gado’ ini belum pernah diisolasi dari hewan, maka World Organisation for Animal Health (OIE) mengajukan nama “North-American Influenza” alias Influenza Amerika Utara, lagipula secara historis virus ini memang pertama kali ditemukan di Amerika Utara. Belakangan WHO menggunakan nama Virus Influenza A (H1N1).
Tanda-tanda dan gejala
Gejala-gejala flu babi (influenza A H1N1)
Gejala-gejala flu babi (influenza A H1N1)
|
Menurut CDC, gejala penyakit flu babi pada manusia mirip dengan gejala flu pada umumnya. Gejalanya berupa:
- demam
- batuk
- nyeri tenggorokan
- sakit badan
- sakit kepala
- kedinginan
- merasa lelah
- Outbreak 2009 ini menunjukkan adanya peningkatan persentase pasien yang dilaporkan mengalami diare dan muntah-muntah.
Karena gejala yang tidak spesifik hanya untuk flu babi inilah maka untuk melakukan diagnosa diferensial dugaan flu babi memerlukan tidak hanya gejala saja tapi juga harus ada kemiripan yang tinggi dengan flu babi berdasarkan sejarah kontak orang tersebut.
Misalnya saja selama wabah flu babi 2009 di USA, CDC menganjurkan para dokter untuk “mempertimbangkan infeksi flu babi dengan diagnosis diferensial terhadap pasien dengan sakit pernafasan febrile akut baik yang pernah kontak dengan orang yang dikonfirmasi flu babi, atau yang pernah berada di negara bagian yang dilaporkan terkena wabah flu babi atau di mexico selama 7 hari sebelum terserang penyakit.” Diagnosis yang menyatakan konfirm flu babi memerlukan pengujian laboratorium terhadap sampel-sampel sistem pernafasan (swab dari hidung dan tenggorokan).
Pencegahan
Pencegahan flu babi memiliki tiga komponen: pencegahan pada babi, pencegahan penularan ke manusia, dan pencegahan penyebarannya diantara manusia.
Pencegahan pada babi
Flu babi telah menjadi masalah yang lebih besar pada dekade terakhir ini karena evolusi yang terjadi pada virus telah menyebabkan respon yang tidak konsisten terhadap vaksin-vaksin tradisional. Vaksin flu babi komersial yang standar efektif dalam mengendalikan infeksi ketika strain virusnya cukup match untuk mendapatkan cross-proteksi yang signifikan, dan vaksin-vaksin custom (autogenous) yang dibuat dari virus spesifik yang diisolasi diciptakan dan digunakan dalam kasus yang lebih rumit.
Strategi vaksinasi saat ini untuk pengendalian dan pencegahan Swine Influenza Virus (SIV) pada peternakan babi belum tentu 100% efektif, pasalnya daya proteksi vaksin sangat bergantung pada kemiripan antara virus vaksin dan virus epidemik.
Pencegahan transmisi dari babi ke manusia
Transmisi dari babi ke manusia terjadi pada umumnya di peternakan babi, tentu saja akibat kontak yang cukup dekat antara manusia dan babi hidup. Pada dasarnya strain virus flu babi tidak dapat menginfeksi manusia, namun kadang-kadang transmisi ini bisa juga terjadi, sehingga para peternak atau dokter hewan dianjurkan untuk memakai masker dan sarung tangan ketika berurusan dengan hewan yang terinfeksi. Cara paling umum untuk membatasi transmisi dari hewan ke manusia yaitu dengan penggunaan vaksin.
Pencegahan penyebaran pada manusia
Influenza menyebar diantara manusia melalui batuk atau bersin dan sentuhan pada sesuatu yang mengandung virus lalu menyentuh hidung atau mulutnya sendiri. Flu babi tidak dapat menyebar melalui produk-produk babi, karena virus tersebut tidak berpindah melalui makanan. Flu babi pada manusia paling mudah menular selama lima hari pertama sakit meskipun beberapa orang –umumnya anak-anak– bisa terus mudah menular hingga selama 10 hari. Diagnosis dapat dilakukan dengan mengirimkan sebuah spesimen –yang dikumpulkan selama lima hari pertama– ke CDC untuk dianalisis.
Rekomendasi untuk mencegah penyebaran virus diantara manusia termasuk penggunaan pengendalian infeksi standar terhadap influenza. Jadi sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air atau pencuci tangan berbahan dasar alkohol, khususnya jika setelah berada di tempat-tempat umum. Meskipun vaksin influenza trivalen saat ini nampaknya tidak memberikan perlindungan terhadap strain vaksin baru H1N1, vaksin baru untuk melawan strain baru ini sedang dikembangkan dan bisa segera siap kira-kira di bulan Juni 2009 ini.
Para ahli sependapat bahwa mencuci tangan dapat mencegah infeksi virus, termasuk virus flu biasa dan flu babi yang baru. Influenza dapat menyebar melalui batuk atau bersin, akan tetapi meningkatnya jumlah korban memperlihatkan bahwa partikel-partikel virus yang kecil itu dapat tetap hidup di atas meja, pesawat telepon dan permukaan-permukaan lain serta ditransfer melalui jari-jari ke mulut, hidung atau mata. Pembersih tangan berupa gel atau busa berbahan dasar alkohol dapat menghancurkan virus dan bakteri dengan baik. Setiap orang yang memiliki gejala mirip flu seperti demam mendadak, batuk atau nyeri otot harus menghindari tempat kerja atau transportasi publik dan harus menemui dokter untuk diperiksa.
Menjaga jarak sosial merupakan taktik pencegahan lainnya. Artinya Anda harus menjaga jarak dari orang lain yang mungkin terinfeksi, hindari kumpul-kumpul dengan banyak orang, tidak terlalu banyak berkeliaran di tempat kerja, atau mungkin sebisa mungkin tetap di rumah jika infeksi sudah menyebar di masyarakat sekitar.
Pengobatan
Tamiflu
Tamiflu
FDA telah mengizinkan penggunaan darurat beberapa perangkat diagnosis dan pengobatan untuk mengidentifikasi dan menangani virus flu babi pada keadaan tertentu, yaitu penggunaan obat antiviral Relenza dan Tamiflu, serta pengujian diagnostik panel menggunakan rRT-PCR.
CDC merekomendasikan penggunaan tamiflu (oseltamivir) atau Relenza (zanamivir) untuk pengobatan dan/atau pencegahan infeksi virus flu babi. Akan tetapi kebanyakan orang yang terinfeksi virus bisa sembuh tanpa memerlukan penanganan medis maupun obat-obatan antiviral. Virus isolat dari meksiko dan USA yang telah diuji ternyata resisten alias tahan terhadap amantadine dan rimantadine. Obat antiviral dalam hal ini dapat menurunkan rasa sakit dan membuat penderita lebih baik dalam waktu yang lebih singkat dan mencegah komplikasi flu yang serius. Sebaiknya obat ini segera dikonsumsi sejak dua hari setelah sakit (terkena gejala).
Stok Antiviral
Persediaan obat antiviral harus terus dipantau oleh setiap negara sebagai upaya prefentif. Pantau juga tanggal kadaluwarsa obat tersebut karena biasanya obat tersebut expire dalam waktu lima tahun setelah diproduksi.
Siap Siaga
Tak ada salahnya kita bersiap siaga meskipun sampai saat ini belum ditemukan kasus infeksi virus Influenza A (H1N1) di Indonesia dan berharap semoga wabah ini tidak terus menggila dan mampir di sekitar kita. Dalam hal ini pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama dengan baik. Pemerintah harus memberikan penyuluhan publik mengenai infeksi virus ini, menyiapkan strategi-strategi pencegahan dan penanganan darurat, menjaga stok obat antiviral, menyiapkan rumah sakit atau puskesmas rujukan. Masyarakat pun tidak perlu panik, cukup dengan menjaga dan melaksanakan gaya hidup bersih dan sehat, Insya Allah kita akan terbebas dari infeksi tersebut (baca selengkapnya artikel Agar tetap Sehat dan Terbebas dari Flu Babi).
Sumber: CDC, Wikipedia dan sumber-sumber lainnya.
Istilah pencarian terpopuler untuk artikel ini: