Archive for the ‘BioMezzo’ Category

Aneuploidy, Beberapa Penyakit Akibat Variasi Genetik

Pernahkah Anda mendengar istilah Down Syndrome, Edwards Syndrome, Patau Syndrome, atau Klinefelter? Istilah terakhir mungkin masih akrab di telinga kita sehubungan dengan kasus yang menimpa Alter-Jane beberapa waktu lalu. Istilah-istilah tersebut merupakan penyakit yang diderita manusia akibat variasi jumlah kromosom yang berbeda dengan kromosom manusia pada umumnya. Kita tahu bahwa manusia memiliki 23 pasang kromosom (total 46 kromosom) yang setiap pasangannya diturunkan masing-masing satu dari ayah dan satu dari ibu kita. 22 Kromosom diurutkan berdasarkan ukuran dari yang terbesar sampai yang terkecil diberi nomor 1 – 22 (autosomes), kromosom ke 23 adalah kromosom sex dimana kalau laki-laki memiliki kromosom XY sedangkan perempuan XX.

Karyotype chromosomes

Karyotype chromosomes

Dalam kasus tertentu, dijumpai adanya variasi jumlah pasangan kromosom dalam sel. Bisa kekurangan –hanya 1 kromosom (monosomy) dari seharusnya 2 dalam satu pasang– atau kelebihan –3 (trisomy), 4 (tetrasomy) bahkan 5 (pentasomy).

Mengapa Bisa Terjadi?

Sel sperma atau sel telur normal (gamet) semestinya memiliki separuh dari kromosom utuh, yaitu ada 23 kromosom yang tidak berpasangan yang terjadi akibat proses meiosis sel germinal. Namun dalam kasus Aneuploidy, meiosis ini tidak sempurna sehingga ada pasangan kromosom yang tidak memisah, akibatnya ada gamet yang kromosomnya masih dua tapi ada juga yang tidak ada. Jika sel sperma atau sel telur yang tidak normal ini terlibat dalam pembuahan, maka embrio yang terbentuk akan memiliki pasangan kromosom yang tidak normal pula.

Kebanyakan embrio aneuploidy tidak dapat bertahan hidup dan akan teraborsi secara spontan. Terutama jika aneuploidy terjadi pada autosomes (kromosom 1-22), namun ada juga yang dapat bertahan hidup hingga usia tertentu dengan beberapa kekurangan. Aneuploidy ada yang terjadi pada seluruh sel (aneuploidy versi penuh), tapi ada juga yang terjadi hanya pada sejumlah sel tertentu yang disebut aneuploidy mosaik.

Berikut ini beberapa jenis Aneuploidy:

Monosomy

Turner syndrome adalah salah satu contoh monosomy, dimana kromosom sex hanya terdiri atas satu X saja (45,X). Sindrom ini terjadi pada 1 dari 2500 anak perempuan dengan ciri bertubuh pendek, pembengkakan, dada lebar, garis rambut rendah, telinga rendah, dan leher berselaput. Gadis dengan sindrom Turner juga tidak mengalami siklus menstruasi dan ia steril.

Trisomy

Trisomy

Trisomy

Trisomy paling umum terjadi pada kromosom 16, namun biasanya embrio dengan trisomy kromosom 16 tidak mampu bertahan hidup (kecuali untuk tipe mosaik dimana tidak semua kromosom 16 mengalami trisomy). Disamping itu terdapat jenis trisomy lain dimana janin mampu bertahan hidup:

Trisomy pada kromosom 21 (Trisomy 21 atau Trisomy G)

Terjadi pada penderita Down Syndrome, nama Down diambil dari John Langdon Down yang pertama kali mendeskripsikannya. Penderitanya mengalami kekurangan pada kemampuan kognitif dan pertumbuhan fisik yang terganggu. Sindrom ini terjadi pada 1 dari 800-1000 kelahiran, dan umumnya terjadi pada kelahiran dari ibu dengan usia lebih tua.

Trisomy pada Kromosom 18 (Trisomy 18 atau Trisomy E)

Terjadi pada penderitan Edwards Syndrome, nama yang diambil dari John H Edwards yang pertama kali mendeskripsikannya pada tahun 1960. Meskipun kejadiannya lebih jarang dibanding Down Syndrome, yaitu 1 dari 3000 kelahiran, namun tingkat kemampuan hidup penderita ini lebih kecil, mengingat penyakit ini menyebabkan terjadinya ketidaknormalan jantung, pembentukan ginjal yang tidak sempurna dan ketidaknormalan organ internal lainnya. Seperti pada Down Syndrome, Trisomy E pun berkorelasi dengan bertambahnya usia sang ibu.

Tisomy pada kromosom 13 (Trisomy 13 atau Trisomy D)

Terjadi pada penderita Patau Syndrome. Trisomy 13 menyebabkan terganggunya perkembangan jantung dan ginjal serta beberapa gangguan lain. Penyakit ini juga berkorelasi dengan bertambahnya usia sang ibu, dan terjadi pada 1 dari 10000 kelahiran.

Trisomy pada kromosom sex

Normalnya laki-laki memiliki kromosom sex XY dan perempuan XX. Namun 1 dari 1000 kelahiran bisa terdapat trisomy kromosom X menjadi XXX. Aneuploidy ini terjadi hanya pada wanita dan umumnya tidak terdapat ciri-ciri kasat mata yang membedakan dari wanita normal (XX). Namun pada kasus yang jarang, bisa juga terdapat kekhasan dalam bentuk kepala (lebih kecil atau lebih panjang), wajah yang tanpa ekspresi, kaki dan tangan kecil, retardasi mental dan infertil.

Pada pria terdapat pula aneuploidy, yaitu jika kromosom XY mendapat tambahan X sehingga menjadi XXY (dikenal dengan Klinefelter Syndrome). Terjadi pada 1 dari 1000 pria, pria XXY memiliki testikel kecil dan infertil. Secara fisik pria XXY nampak seperti pria pada umumnya, namun sepertiga mereka mengalami gynecomastia, yaitu pembesaran buah dada.

Selain XXY, ada juga variasi XYY yang terjadi pada 1 dari 1000 anak laki-laki. Tidak ada sindrom tertentu yang signifikan akibat variasi genetik ini. Anak laki-laki XYY biasanya mengalami pertumbuhan badan yang lebih cepat dibanding anak-anak seusianya, tinggi badan mereka kira-kira 7 cm lebih tinggi dibanding anak seusianya. Sekitar 50% anak laki-laki XYY berisiko mengalami kesulitan belajar dan telat berbicara. Nilai IQ mereka 10-15 di bawah nilai IQ anak laki-laki pada umumnya. Tidak seperti wanita XXX atau pria XXY, pria XYY tidak mengalami masalah serius pada perkembangan organ sexual dan memiliki fertilitas normal.

Tetrasomy & Pentasomy

Tetrasomy dan Pentasomy (4 dan 5 kromosom dalam satu pasang) sangat jarang terjadi pada autosomes, namun ditemukan terjadi pada kromosom sex manusia, yaitu variasi XXXX, XXXXX, XXXXY dan XYYYY. Variasi ini juga biasanya diikuti oleh kekhasan dalam bentuk fisik dan terganggunya perkembangan organ tubuh dan mental. Variasi ini lebih jarang terjadi dibanding trisomy kromosom sex.

Diagnosis

Ibu yang mengandung pada usia di atas 35 tahun biasanya dianjurkan untuk melakukan pengujian pra-kelahiran untuk mendetaksi ada atau tidaknya variasi genetik aneuploidy. Sample diambil dari jaringan plasenta atau cairan ketuban sang ibu. Teknik yang digunakan mulai dari kayotyping –visualisasi bentuk kromosom untuk dihitung jumlahnya– hingga teknik-teknik biologi molekular seperti Quantitative Real-Time PCR (qPCR). Teknik terkini memungkinkan diagnosa dari sampel darah sang Ibu berdasarkan keberadaan materi genetik janin pada plasma darah.

Istilah pencarian terpopuler untuk artikel ini:
aneuploidy (170) | Aneuploidi (93) | aneuploid (61) | aneuploid adalah (26) | contoh aneuploid (17) | variasi genetik (16) | penyakit akibat kekurangan kromosom (11) | sindrom aneuploidy (9) | Penyakit akibat kromosom (9) | apa itu aneuploid (8) | peristiwa terjadinya monosomy (8) | gambar kariotype manusia pada perempuan (7) | jenis-jenis sindrom aneuploidi (6) | tipe kromosom (6) | aneuploidy adalah (5) | sindrom aneuploid (5) | penyakit yang disebabkan oleh aneuploid (5) | penyebab terjadinya aneuploidy (5) | penyakit kekurangan kromosom (5) | ciri-ciri sindrom edward (4) |

Gen Penyandi Rambut Ikal

Jika pernah membaca novel Laskar Pelangi salah satu dari tetralogi novel national best seller karangan Andrea Hirata pasti mengenal salah satu tokoh utamanya yaitu si Ikal. Dipanggil si Ikal karena tokoh utama tersebut memiliki ciri khas yaitu rambut ikalnya.

Si Rambut Ikal

Si Rambut Ikal

Rambut ikal ini juga sering menjadi pilihan model rambut para pesohor yang tak jarang ditiru oleh para penggemarnya. Jika sejak lahir sudah memiliki tipe rambut ikal maka tidak perlu repot-repot untuk ke tempat perawatan rambut untuk merubah tampilan rambut tersebut, lain halnya dengan orang yang memiliki tipe rambut lurus dengan teknik tertentu baik secara mekanis ataupun penggunaan senyawa kimiawi rambut luruspun bisa di rubah menjadi ikal di tempat perawatan rambut.

Sejak diketahui gen trichohyalin adalah gen yang bertanggung jawab dalam pembentukan rambut ikal oleh para ilmuwan dari Queensland Institute of Medical Research (QIMR), munculah ide untuk merubah  rambut lurus maupun ikal dengan pendekatan bioteknologi. Gen trichohyalin ini sudah di ketahui dari awal berperan penting dalam pembentukan folikel di rambut, namun peneliti di QIMR selanjutnya mengetahui gen tersebut berperan pembentukan ke-ikal-an rambut.

Profesor Nick Martin ketua QIMR Genetic Epidemiology Laboratory bersama koleganya Dr. Sarah Medland menerangkan dari penelitian yang di lakukan  bahwa variasi di gen tersebut menyebab lurus dan ikalnya rambut, di terangkan juga bahwa 45 persen orang Eropa berambut lurus, 40 persen bergelombang sisanya 15 persen berambut ikal. Penelitian tersebut di lakukan dengan manganalisa data dari studi 5000 anak kembar di Australia selama 30 tahun, hasil riset ini sudah di publikasikan di American Journal of Human Genetics.

Dengan potensi ini maka dapat di kembangkan perawatan untuk merubah rambut baik lurus maupun ikal tanpa pemanasan atau menggunakan bahan kimiawi yang bisa merusak rambut,  Prof. Martin  telah melakukan diskusi dengan perusahan kosmetik besar di Paris untuk mewujudkan ide potensial ini. Kita tunggu saja perkembangannya.

Penemuan gen ini juga penting di bidang forensik,  dengan mengetahui pola variasi dari gen trichohyalin sampel di tempat kejadian perkara maka bisa secara cepat di ketahui gambaran tersangka apakah berambut lurus atau ikal. Dapat juga dipakai bagi orang tua yang ingin memprediksi jenis rambut janin yang sedang di kandungnya.

Sumber:

  • http://www.telegraph.co.uk/
  • http://www.nydailynews.com/
  • http://www.wikipedia.com
Istilah pencarian terpopuler untuk artikel ini:
gen rambut ikal (11) | rambut (9) | Gen Penyandi Rambut Ikal (5) | rambut ikal (4) | model rambut pria ikal (3) | gen trichohyalin (3) | model rambut keriting pria (2) | rambut cowok ikal keriting (2) | variasi rambut genetika (2) | rambut ikal genetika (2) | rambut ikal PRIA (2) | model rambut pria vector (2) | rambut keriting pria (1) | perawatan untuk rambut bergelombang (1) | penyandi (1) | tipe rambut (1) | pembentukan rambut (1) | model rambut panjang ikal (1) | cara bikin rambut ikal (1) | gambar model rambut ikal (1) |

DNA Sudoku

image from www.fahad.com.

image from www.fahad.com.

Sudoku (“Suuji wa dokushin ni kagiru“) yang berarti angka-angkanya harus tetap tunggal merupakan permainan teka-teki logika paralel yang unggul, sulit, rumit dan sepenuhnya membuat pemainnya ketagihan. Permainan yang mulai populer di Jepang pada tahun 1980 ini berasal dari kotak-kotak Latin yang di temukan oleh ahli matematika berkebangsaan Swiss Leonhard Euler pada abad ke 18 ini telah menyihir seluruh dunia dari anak kecil hingga orang tua. Tujuan permainan ini adalah melengkapi kisi-kisi, kolom, baris dan setiap blok dari sembilan kotak yang berisi angka-angka dari 1 sampai 9 tanpa pengulangan atau melewatkan salah satunya.

Dalam dunia bioteknologi, permainan sudoku ini telah menginspirasi para peneliti di Cold Spring Harbor Laboratory (CSHL) menemukan apa yang di sebut dengan “DNA Sudoku“. DNA Sudoku merupakan metode yang revolusioner dalam bidang Genome Sequencing, para peneliti di lab tersebut menggabungkan teori matematika yang telah berusia 2000 tahun dari China dan konsep dari ilmu kriptologi untuk mengembangkan DNA Sudoku. Diistilahkan seperti itu karena kesamaan konsep logika dan aturan kombinasi penempatan angka dengan permainan sudoku yang populer tersebut.

Strategi DNA Sudoku ini memungkinkan untuk menurunkan baik biaya ataupun waktu dalam proses sequencing DNA. Saat ini sudah terdapat teknik sequencing yang dikenal dengan multiplexing. Multiplexing memerlukan pengkodean dari setiap sample DNA yang jumlahnya ribuan sebelum digabung untuk disekuen secara bersamaan. Dengan mengunakan ide dari Sudoku peneliti di CSHL telah mampu mengelola kode-kode sample DNA yang beragam secara berkelanjutan dengan tidak memberi kode pada tiap sample DNA. Inti dari metode ini adalah inovasi dari strategi pooling yang ditemukan, dengan metode seperti ini proyek yang aslinya memerlukan dana 10 Juta US dolar bisa dipangkas menjadi 50.000-80.000 US dollar saja.

Metode ini baru cocok untuk analisa genotype yang memerlukan hanya potongan-potongan pendek dari genom individu yang akan disekuen untuk mengetahui apakah individu tersebut membawa varian tertentu dari satu gen atau mengetahui adanya mutasi. Metode ini masih dalam pengembangan untuk aplikasi teknologi sequencing yang revolusioner, laporan lengkap tentang “DNA Sudoku” akan dipublikasikan di jurnal Genome Research bulan Juli 2009 ini.

Sumber bacaan:

Istilah pencarian terpopuler untuk artikel ini:
kubus matematika (24) | sudoku (10) | gambar permainan matematika (4) | permainan mtk (3) | matematika jepang (2) | teknik sudoku (1) | sudoku metode (1) | penelitian sudoku (1) | metode permainan sudoku (1) | ahli matematika (1) | logoka mtk (1) | jurnal sudoku (1) | game mtk soduku (1) | analisis permainan sudoku (1) | analisis matematis dari sudoku (1) | tokek 2011 (1) |
x