Archive for the ‘Genetic Engineering’ Category

Review: Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ekspresi Protein Heterologus di dalam E. coli

E. coli diamati menggunakan mikroskop elektron (image from Wikipedia)

E. coli diamati menggunakan mikroskop elektron (image from Wikipedia)

Di antara berbagai mikroorganisme yang dapat digunakan untuk memproduksi protein heterologus, E. coli menjadi salah satu pilihan yang paling menarik. Berbagai keunggulan yang dimiliki E. coli antara lain adalah kemampuannya untuk tumbuh dengan cepat, densitas sel yang tinggi, substrat pertumbuhan yang murah, karakteristik genetik yang jelas, serta ketersediaan berbagai pasangan vektor kloning dan strain mutan. Meskipun tidak selalu ada jaminan bahwa protein heterologus akan dihasilkan oleh E. coli dalam jumlah yang tinggi dan aktif secara biologis, berbagai cara telah dilakukan untuk meningkatkan performa dari mikroorganisme ini. Berikut ini adalah sedikit penjelasan mengenai faktor-faktor yang selama ini dikaji berbagai peneliti untuk meningkatkan performa E. coli sebagai inang ekspresi protein heterologus: +Continue Reading

GFP dalam Studi Ekspresi Gen

GFP diisolasi dari Ubur-ubur untuk digunakan dalam studi ekspresi gen (image from nobelprize.org)

GFP diisolasi dari Ubur-ubur untuk digunakan dalam studi ekspresi gen (image from nobelprize.org)

GFP atau Green Fluorescent Protein adalah protein yang dapat berpendar yang secara alami dihasilkan oleh ubur-ubur. GFP kini digunakan secara luas dalam studi-studi ekspresi gen maupun mikroskopik karena aplikasinya yang relatif mudah. Hanya dengan adanya pendaran cahaya dapat menunjukkan bahwa gen yang kita teliti terekspresi. Hmm, bagaimana bisa?
+Continue Reading

DNA Walker: Mesin Nanomolekul Berbahan DNA

Ilustrasi DNA Walker (image from: rsc.org)

Ilustrasi DNA Walker (image from: rsc.org)

Apabila kita membayangkan rekayasa molekul genetik, kita cenderung membayangkan transformasi genetika seperti memindahkan sifat dari organisme yang satu ke organisme yang lain. Oleh karena itu sangat unik melihat hasil penelitian kerjasama antara New York University dan Nanjing University yang satu ini. Mereka membuat molekul DNA yang mampu bertindak layaknya mesin konstruksi, bisa mengangkat dan memindahkan molekul-molekul secara otonom. +Continue Reading

Bakteri Penghasil Plastik

Butanediol Molecule (image from invista.com)

Butanediol Molecule (image from invista.com)

Kontributor:
Megahwaty Effendy | Yurike Laurensia | Delia Agustina
(Fakultas Teknobiologi Unika Atmajaya Jakarta)

Siapa tidak mengenal bakteri Escherichia coli? Bakteri ini pertama kali ditemukan oleh Theodor Escherich pada tahun 1885. Bakteri ini sangat akrab dalam kehidupan manusia karena bakteri ini merupakan salah satu penghuni saluran pencernaan manusia. Meskipun begitu, tetap saja ada beberapa strain E. coli yang bersifat patogen, seperti Escherichia coli yang dapat menyebabkan diare berdarah. Tetapi, tidak semua strain E. coli merupakan patogen, E. coli juga banyak dimanfaatkan dalam bidang bioteknologi. Dalam artian luas, bioteknologi itu merupakan suatu cabang ilmu yang menggunakan sumber hayati untuk menghasilkan sesuatu yang dapat berguna bagi kebutuhan manusia. Di era modern ini, bioteknologi banyak digunakan untuk melakukan teknik rekayasa genetika, yaitu suatu teknik yang dilakukan untuk merubah susunan gen tertentu dari suatu organisme untuk berbagai macam kepentingan.

+Continue Reading

Cara Membuat Adapter Enzim Restriksi untuk Kloning PCR

Bakteri hasil kloning yang dapat berpendar (image from speakscience.org)

Bakteri hasil kloning yang dapat berpendar (image from speakscience.org)

Melakukan klon suatu produk PCR (insert) ke plasmid dapat dilakukan dengan beberapa cara, bisa melalui TA cloning maupun dengan bantuan enzim restriksi. Namun seringkali situs enzim restriksi pada insert tidak cucok alias compatible dengan situs pada plasmid, sehingga perlu suatu cara untuk menambahkan situs enzim restriksi pada produk PCR agar bisa diklon dengan baik. Untuk itu kita perlu bantuan adapter.

Adapter yang dimaksud di sini adalah primer PCR biasa yang ditambahkan beberapa nukleotida pada bagian depannya (ujung 5′) yang membentuk situs enzim restriksi yang diinginkan. +Continue Reading

Sintesis Gen vs Cloning

Cloning is Dead. Now Gene Synthesis Era (image from mrgene.com)

Cloning is Dead. Now Gene Synthesis Era (image from mrgene.com)

Teknologi rekayasa genetika kini sudah semakin canggih, kalau dulu rekayasa dilakukan dengan memindahkan gen dari satu organisme ke organisme lainnya dengan teknik kloning, maka sekarang gen sudah bisa disintesis secara artifisial di laboratorium. Bahkan banyak perusahaan yang menawarkan jasa sintesis gen ini dengan harga relatif murah. Mau tau bagaimana cara sintesis gen? +Continue Reading

x