Archive for the ‘BioUpdate’ Category

Pembangkit Listrik Tenaga Virus

Listrik dapat dihasilkan dari virus (image from engadget.com)


Jika selama ini kita mengenal virus sebagai makhluk yang menjadi sebab penyakit dan menyedot energi dari tubuh yang diserangnya, ternyata kini ia dapat digunakan untuk membuat suatu pembangkit listrik kecil bertenaga virus. Memang ini bukan pembangkit listrik besar setara PLTA, tetapi dengan adanya temuan para ilmuwan di Laboratorium Nasional Lawrence Berkeley Departemen Energi AS ini akan memungkinkan kita mengisi kembali baterai handphone atau ipod kita sambil berjalan kaki tanpa pusing nyari-nyari colokan listrik.

+Continue Reading

“Reaper” Protein; Mimpi Buruk Sel.

Reaper protein menyerang mitokondria untuk membunuh sel (image from realclearscience.com)

Reaper protein menyerang mitokondria untuk membunuh sel (image from realclearscience.com)

Sudah menjadi suatu karakteristik sel manusia untuk bereproduksi (mitosis dan meiosis), berkembang, dan mati (apoptosis).

Kematian sel ini telah terprogram di dalam sel dan merupakan hal yang terjadi secara alami. Selain itu, dengan mekanisme ini memungkinkan tubuh manusia untuk “membiarkan mati” sel-sel yang beresiko menyebabkan kanker. Bermanfaat juga kan? Tapi jangan senang dulu, karena apoptosis dapat terjadi di semua sel, termasuk sel-sel dalam otak. Ke”pikunan” mungkin dapat disebabkan oleh peristiwa alami ini. Sebuah “pedang bermata dua” bagi tubuh dan sebuah misteri bagi para peneliti.
+Continue Reading

Kenapa Minyak Masih Belum Tergantikan..?

minyakSejak krisis minyak di tahun 1970 menyadarkan akan bahaya ketergantungan bahan bakar fosil, para ahli kimia, teknik, fisika dan ahli lainnya telah mencoba menawarkan berbagai alternatif pemecahan masalah.

Dalam posting tempo hari tentang alternatif bahan bakar dari air laut, John Kanzius dengan alat RFG-nya telah berhasil membuat air laut dapat menyala dan terbakar. Sebetulnya, John Kanzius bukanlah yang orang pertama kali yang muncul dengan air sebagai bahan bakar potensial.

Pada tahun 2006, sebuah perusahaan di bidang air bersih memperkenalkan HTA (Hydrogen Technology Applications) disebut Aquygen, gas yang dibuat dari pemisahan hidrogen dari air melalui proses electrical shock (pemberian kejut listrik). Gas hidrogen ini jika dicampur dengan bensin biasa, akan menjadi bahan bakar yang lebih efisien dibanding bensin itu sendiri. Presiden HTA, Denny Klein, mengklaim bahwa campuran ini akan meningkatkan satu sampai satu setengah kali lipat serta mengurangi polusi.

Dengan menggandeng Ford, Klein membuat sebuah mobil hibrid pada tahun 1994. Mobil ini menggunakan listrik dari aki sebagai energi yang diperlukan untuk pemisahan hidrogen dari air. Gas hidrogen lalu dimasukkan ke dalam tangki bensin untuk di campur. Gas hidrogen yang dihasilkan dapat menjadi bahan bakar yang efisien, tapi juga bersifat sangat mudah menguap, sehingga berisiko besar untuk meledak.

Namun yang menjadi pertanyaan, apakah penemuan-penemuan ini dapat dijadikan sebagai alternatif bahan bakar minyak? Lantas mengapa sampai sekarang bahan bakar minyak masih tak tergantikan??

Hal ini karena walaupun RFG menghasilkan hidrogen yang dapat terbakar stabil, tapi jumlah energi yang dihasilkan masih lebih sedikit dari energi yang dibutuhkan untuk menyalakan RFG. Penemuan ini tidak berbeda dengan bila menggunakan listrik atau baterai untuk mendapatkan energi dalam bentuk lain, katakanlah panas, seperti pada kompor listrik. Bahkan beberapa ahli beranggapan bahwa penemuan seperti Aquygen dan RFG sebagai suatu pengetahuan tak berguna.

Sumber energi adalah sesuatu yang menghasilkan energi yang lebih besar dari energi yang digunakan dalam proses. Sekali anda menemukan bagaimana dari sedikit energi dapat dihasilkan energi dengan jumlah yang lebih besar, maka pencarian dan kebuntuan selama ini akan menjadi terang. Ini seperti alkemi, pencarian untuk merubah logam biasa menjadi emas. Sampai dengan masalah perbandingan energi input dan output ini bisa di atasi, jika betul bisa, penemuan kanzius tidak lebih hanya sebatas penemuan yang menarik.

Tapi satu hal yang membesarkan hati adalah eksperimen para ahli kimia dari Penn State University dengan RFG, yang menemukan bahwa ternyata proses kanzius menghasilkan jumlah energi panas yang berbeda jika konsentrasi garam dalam air laut berbeda.Harapan lainnya adalah proses tersebut sebetulnya tidak hanya terjadi pada air laut, ini juga dapat terjadi pada air tawar yang ditambahkan garam.

Penemuan RFG juga dapat dipertimbangkan untuk aplikasi lain. Untuk mengatasi masalah kehausan global, mengatasi krisis energi, dan penyembuh kanker.

sumber:

Agar tetap Sehat dan Terbebas dari Flu Babi

stay-healthMeskipun belum ada kasus infeksi flu babi pada manusia di Indonesia, namun tak ada salahnya kita melakukan tindakan antisipatif untuk mencegah hal-hal buruk menimpa kita. Berikut ini adalah rekomendasi CDC Amerika untuk menjaga agar tubuh kita tetap sehat.

+Continue Reading

Stem Cell dan Dunia Research

Stem Cell (image from gothamgazette.com)

Stem Cell (image from gothamgazette.com)

A. Penelitian Stem Cell

Pada awal tahun 1980-an, para ilmuan belajar bagaimana membuat Embrionic stem cell dari tikus dan menumbuhkannya di laboratorium. Pada tahun 1998, mereka pertama kali mereproduksi Embrionic stem cell manusia di laboratorium.

Sebagaimana yang sudah dijelaskan pada artikel ‘Mengenal Stem Cell’, Embrionic stem cell merupakan Stem cell yang didapat dari embrio yang sudah dibuahi. Namun bagaimana caranya para peneliti mendapatkan embrio manusia..?? +Continue Reading

Mengenal Stem Cell

Stem cell dalam bahasa Indonesia disebut juga sel batang atau sel induk, sel ini dapat berkembang menjadi sel apa saja.

Stem cell pada dasarnya adalah blok pembangun (building block) pada tubuh manusia. Stem cell di dalam embrio pada akhirnya akan berkembang menjadi sel, organ dan jaringan di dalam tubuh janin. Tidak seperti sel biasa, yang hanya bisa mereplikasi untuk membuat sel sejenis, stem cell bersifat pluripotent. Ketika terbelah, stem cell bisa menjadi salah satu dari 220 sel yang berbeda dalam tubuh manusia. Stem cell juga memiliki kemampuan untuk memperbaharui diri sendiri – mereka dapat mereproduksi diri berkali-kali.

Stem cell mempunyai kemampuan yang luar biasa untuk berkembang menjadi banyak jenis sel berbeda di dalam tubuh selama masa awal pertumbuhan. Selain itu juga, di banyak jaringan mereka bertindak layaknya system perbaikan internal (Internal Repair System). Ketika Stem cell membelah, masing-masing sel baru memiliki potensi tetap sebagai Stem cell atau menjadi sel jenis lain dengan fungsi yang spesifik, seperti sel otot, sel darah merah, atau sel otak.

Sampai sekarang, para scientist bekerja dengan dua jenis stem cell, Embrionic Stem cell dan Somatic/Adult stem cell.

A. Embrionic Stem Cell

Embrionic stem cell adalah stem cell yang didapat dari embrio yang sudah dibuahi. Ketika embrio berumur antara tiga sampai lima hari, ia mengandung stem cell, yang sibuk bekerja untuk menciptakan berbagai organ dan jaringan yang akan membentuk janin.

Embrionic stem cell pertama kali diperoleh dari embrio tikus percobaan sekitar 30 tahun yang lalu, pada tahun 1981. Kemudian pada tahun 1998 para scientist berhasil mendapatkan Embrionic stem cell dari embrio manusia dan mengembangkannya di dalam laboratorium. Sel ini di sebut Human embrionic stem cell.

Gambar 1. Embrionic Stem Cell

Di dalam embrio terdapat puluhan Stem cell. Pada awalnya, sel-sel ini masih ‘kosongan’, yang berarti bahwa nasib mereka belum ditentukan. Tapi mereka memiliki potensi yang sangat besar. Stem cell bersifat pluripotent, yang berarti mereka dapat berkembang menjadi berbagai jenis sel, berbagai jenis jaringan dan berbagai organ dalam tubuh manusia.

B. Adult Stem Cell

Adult stem cell adalah stem cell yang diperoleh dari sel-sel orang dewasa. Orang dewasa juga memiliki Stem cell di jantung, otak, sumsum tulang, paru-paru dan organ lainnya. Mereka adalah alat perbaikan built-in kita, meregenerasi sel yang rusak oleh penyakit, cedera dan juga karena ‘pemakaian’ sehari-hari. Adult stem cell mempunyai potensi yang lebih terbatas dari Embrionic stem cell, ia hanya mampu berkembang menjadi jenis jaringan yang sama dengan sel asal.

Adult Stem Cell

Tapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa stem cell dewasa mungkin memiliki potensi untuk menghasilkan jenis sel lainnya juga. Sebagai contoh, sel-sel hati dapat dipakai untuk memproduksi insulin, yang biasanya dibuat oleh pankreas. Kemampuan ini dikenal sebagai plastisitas atau trans-differentiation.

Potensinya yang hampir tak terbatas telah membawa Stem cell menjadi fokus penelitian dunia medis.

Bayangkan, mereka memiliki kemampuan untuk mengembalikan ingatan pasien Alzheimer, menggantikan kulit yang hilang akibat kecelakaan yang mengerikan atau menyembuhkan orang yang begantung pada kursi roda agar kembali dapat  berjalan.

Tapi sebelum para ilmuwan dapat menggunakan stem cell untuk tujuan medis, mereka harus belajar terlebih dahulu bagaimana menggunakan kekuatan mereka. Mereka tidak bisa mengobati penyakit sampai mereka belajar bagaimana memanipulasi stem cell agar mereka berkembang menjadi jaringan atau organ tertentu. Sekarang ini telah teramat banyak penelitian yang dilakukan untuk mengerti dan memahamai bagaimana cara kerja Stem cell dan bagaimana mengeksplorasi potensinya untuk kepentingan umat manusia. Untuk tahu lebih banyak lagi, silahkan menuju artikel berikut ini.

­

Hati-hati, Strain Baru Salmonella yang Resisten & Ganas

Salah satu strain Salmonella typhimurium

Salah satu strain Salmonella typhimurium

Salah satu strain Salmonella typhimuriumBaru-baru ini (tanggal 30 Desember 2009) para ilmuwan Inggris dan Afrika mengatakan bahwa di Afrika telah ditemukan sebuah strain bakteri baru yang resisten alias kebal terhadap obat-obatan dan menyebabkan sejumlah kematian yang tidak biasanya.

Strain tersebut adalah varian dari Salmonella typhimurium yang diberi nama ST313. Genome bakteri tersebut sudah dipecahkan kodenya oleh para peneliti dari Wellcome Trust Sanger Institute dan para peneliti di Kenya dan Malawi.

Menurut para peneliti tersebut, kebanyakan bakteri Salmonella menyebabkan penyakit diare dan jarang yang berakibat fatal, namun strain baru ini justru bisa menyebabkan kematian pada satu dari empat kasus yang terjadi pada anak-anak dan orang dewasa yang rentan di beberapa wilayah Afrika. Banyak pula diantara para korban yang penyakitnya diperparah akibat virus AIDS, anemia, malaria atau kekurangan gizi.

Biasanya Salmonella terdapat pada hewan-hewan dan bisa ‘hinggap’ di manusia melalui makanan yang tidak higienis. Jadi selain berharap strain baru tersebut tidak menyebar luar, kita juga harus menjaga kebersihan makanan yang kita konsumsi.

Sumber: www.microbeworld.org

Scientist Wanita Paling Inspiratif

Peran scientist wanita tak kalah dibanding scientist pria, bahkan banyak diantaranya yang berperan besar dalam penemuan-penemuan ilmiah spektakuler. Berikut ini adalah daftar 10 wanita paling inspiratif hasil survey terhadap pembaca majalah New Scientist dalam rangka 1 dekade program L’Oréal-UNESCO For Woman In Science. Scientist wanita yang terpilih tidak hanya yang bergelut di bidang bioteknologi, tapi juga dari disiplin ilmu lainnya.

1. Marie Curie 1867-1934

Marie Curie (1867-1934). Image from ieee.org.

Marie Curie (1867-1934). Image from ieee.org.

Siapa tak kenal Marie Curie, wanita fenomenal ini adalah ahli fisika yang menjadi wanita Eropa pertama yang menerima gelar doktor dalam bidang science. Wanita ini pernah menerima hadiah Nobel atas penelitiannya mengenai radioaktifitas. (25.1% suara)

2. Rosalind Franklin 1920-1958

Rosalind Franklin. Image from

Rosalind Franklin (1920-1958). Image from nlm.nih.gov

Ahli kimia ini banyak berjasa membantu James Watson dan Francis Crick meraih hadiah Nobel atas penemuan struktur DNA (14.2%)

3. Hypatia of Alexandria 370-415

Ia menulis risalah-risalah dalam bidang geometri, aljabar dan astronomi (9.4%)

4. Jocelyn Bell Burnell 1943-

Ketika astrofisikawati ini menjadi mahasiswa penelitian, ia bersama koleganya menemukan pulsar. Kolega prianya ini akhirnya berhasil memenangkan hadiah Nobel untuk penemuan tersebut (4.7%)

5. Ada, Countess Lovelace 1815-1852

Ia berjasa memberikan kontribusi teoritis yang besar bagi awal pekerjaan Charles Babbage dalam bidang komputasi (4.5%)

6. Lise Meitner 1878-1968

Bersama Otto Hahn menemukan fisi nuklir yang juga mengantarkan Hahn memenangkan hadiah Nobel (4.4%)

7. Dorothy Hodgkin 1910-1994

Kimiawati yang menyempurnakan teknik-teknik difraksi sinar-X. Tahun 1964 ia dianugerahi hadiah Nobel (3.8%)

8. Sophie Germain 1776-1831

Seorang matematikawati yang membuat perkembangan besar dalam teorema terakhir Fermat, yang kemudian tak terpecahkan (3.7%)

9. Rachel Carson 1907-1964

Ahli Biologi sekaligus penulis yang terkenal dengan buku Silent Spring, buku yang memunculkan pergerakan lingkungan modern (3.3%)

10. Jane Goodall 1934-

Seorang ahli primatologi, advokat bagi hak-hak asasi binatang dan pemimpin global usaha-usaha perlindungan kera liar (2.7%)

Sumber: NewScientist.com

Bioteknologi untuk Pelestarian Hutan

redwood

Image from www.ucdavis.edu

Hutan tropis merupakan paru-paru dunia yang berperan besar terhadap kestabilan iklim global. Namun apa jadinya jika hutan semakin tergerus? Dapatkah bioteknologi berperan dalam pelestarian hutan?

Penurunan luas lahan hutan di Indonesia terjadi sangat cepat, utamanya dipicu oleh naiknya populasi penduduk yang berarti pula naiknya konsumsi kayu, sementara luas hutan tidak bertambah, area bekas penebangan dibiarkan begitu saja tanpa ada upaya serius untuk merehabilitasinya. Belum lagi illegal logging yang semakin memperparah laju penurunan areal hutan. Data tahun 2005 saja menunjukkan bahwa suplai kayu nasional yang tercatat oleh Departemen Kehutanan sebesar 42,3 juta m3 (itu tidak termasuk kayu ilegal lho). Konsumsi global sendiri tahun 1990 sebesar 2.5 miliar m3 dan terus meningkat setiap tahunnya.

Fakta mengenai degradasi hutan tersebut amat memprihatinkan, sebab di samping berpengaruh terhadap perubahan iklim global juga dapat mengganggu ekosistem flora dan faunanya. Sering kita dengar binatang-binatang buas keluar dari hutan dan menyerang lahan penduduk. Jangan salahkan harimau yang memangsa hewan ternak demi sesuap nasi, ups, seonggok daging karena tak kuasa menahan lapar. Itu semua berawal dari semakin sempitnya lahan hutan yang multifungsi.

Peran Bioteknologi

Kita tentu tidak bisa membiarkan hutan kita habis suatu saat nanti, harus ada upaya rehabilitasi hutan yang terencana dan menyeluruh serta melibatkan semua pihak. Dalam acara 1st Genetic Analyzer User Meeting yang diselenggarakan oleh salah satu pemasok mesin DNA sequencer pada tanggal 2 Juni 2009 lalu di Jakarta, tampil sebagai salah satu pembicara yaitu dari Center for Forest Biotechnology and Tree Improvement (CFBTI) Yogyakarta. Beliau memaparkan berbagai tantangan dan upaya yang dilakukan pemerintah melalui CFBTI untuk merehabilitasi hutan di Indonesia.

Tantangan yang dihadapi dalam pembangunan hutan di Indonesia antara lain:

  • Rehabilitasi hutan alami
  • Rehabilitasi hutan yang rusak dan tidak produktif
  • Pembangunan hutan perkebunan
  • Konservasi sumber-sumber genetik, dan
  • Pengendalian pembalakan liar (illegal logging)
cfbti

Image from www.batan.go.id

CFBTI yang berdiri sejak tahun 1984 ini melakukan riset-riset genetik molekuler yang berfokus pada 11 spesies tanaman, yaitu:

  • Jati (Tectona grandis)
  • Spesies yang tumbuh dengan cepat (Acacia spp. dan Eucalyptus spp.)
  • Kayuputih (Melaleuca cajuput)
  • Cendana (Santalum album)
  • Iron wood (Eusideroxylon zwageri)
  • Pulai (Alstonia sp.)
  • Sengon (Falcataria mollucana)
  • Surian (Toona sureni)
  • Merbau (Intsia bijuga)

Lebih lanjut, beliau juga menguraikan riset-riset genetika molekular yang dilakukan lembaganya:

Pembiakan molekuler (molecular breeding)

Pembiakan molekuler dilakukan dengan mengaplikasikan penanda (marker) molekuler untuk perbaikan genetika tanaman melalui analisis paternal, sistem perkawinan dan analisis aliran gen. Dengan melakukan seleksi, pengaturan jarak antara pohon-pohon dalam kebun pembibitan dan uji keturunan (progeny test) untuk mengetahui komposisi genetik serta manajemen kebun pembibitan untuk meningkatkan probabilitas perkawinan antara genotip-genotip yang diinginkan, diharapkan bisa diperoleh pohon-pohon dengan kualitas plus.

Genetika populasi

Saat ini CFBTI mengembangkan suatu database genetik untuk kayu jati di Indonesia untuk melindungi konsumen dari penipuan. Seperti kita ketahui kayu jati merupakan kayu dengan kualitas terbaik dengan harga mahal. Dengan adanya database genetik ini kualitas suatu jenis kayu jati bisa ditentukan dengan tepat sehingga konsumen tidak akan bisa dikelabui oleh para penjual kayu yang kadang-kadang suka berbuat licik.

Biosecurity

CFBTI mengembangkan teknik-teknik berbasis PCR dan DNA Sequencing untuk mendeteksi penyakit pembusukan akar (root rot disease) pada pepohonan.

Botani forensik

Seperti halnya forensik pada manusia untuk melacak asal-usul atau identitas korban maupun pelaku kriminal, pada dunia kayu-kayuan juga diperlukan ilmu botani forensik. Dengan membangun suatu database dan barcode DNA, maka bisa dilacak asal-usul produk-produk kayu, diperoleh dari hutan mana, dan apakah kayu itu diperoleh secara legal atau hasil penebangan liar.

Harus Sinergi

Kerja keras CFBTI kita harapkan dapat menjadi sumbangan yang sangat berarti bagi kelestarian hutan di Indonesia. Namun bioteknologi saja tidak akan cukup tanpa didukung dengan upaya pemerintah dalam bidang lainnya. Berantas terus para pembalak liar terutama mereka yang kelas kakap dan yang berlindung di balik HPH. Jangan ada pula pengalihan fungsi hutan dari hutan lindung ke hutan industri hanya karena sogokan segelintir pengusaha kepada pemerintah setempat. Pemerintah bersama masyarakat juga harus mulai mencari alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap kayu dan produk turunannya agar konsumsi kayu hutan bisa ditekan. Begitu pula upaya rehabilitasi dan reboisasi hutan harus digalakkan kembali dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Sang Penemu 23 Kromosom dari Indonesia

human-chromosom

Kromosom Manusia; image from http://www.nature.com/nrg/journal/v7/n8/thumbs/nrg1917-f5.jpg

Siapa sangka seorang ilmuwan dari Indonesia ternyata berperan penting dalam perkembangan bioteknologi khususnya genetika. Dia bersama koleganyalah yang menemukan dan memastikan bahwa kromosom manusia berjumlah 23 pasang, padahal sebelumnya para ilmuwan meyakini bahwa jumlah kromosom manusia adalah 24. Nah lho!

Kisahnya bermula tahun 1921, ada 3 orang yang datang kepada Theophilus Painter meminta untuk dikebiri. Dua pria kulit hitam dan seorang pria kulit putih itu merelakan ‘senjata’ mereka dicopot berdasarkan kepercayaan yang mereka anut. Painter yang orang Texas ini lantas mengamati isi testis ketiga orang tadi, dia sayat tipis-tipis, lalu diproses dengan larutan kimia, dan dia amati di bawah mikroskop. Ternyata ia melihat ada serabut-serabut kusut yang merupakan kromosom tak berpasangan pada sel testis. Hitungan dia saat itu ada 24 kromosom. Dia sangat yakin, ada 24.

‘Keyakinan’ ini dikuatkan oleh ilmuwan lain yang mengamati dengan cara berbeda, mereka pun mendapat hasil yang sama, 24 kromosom. Bahkan hingga 30 tahun ‘keyakinan’ ini bertahan. Begitu yakinnya para ilmuwan akan hitungan ini sampai-sampai ada sekelompok ilmuwan meninggalkan penelitian mereka tentang sel hati manusia karena mereka tidak menemukan kromosom ‘ke-24′ dalam sel tersebut, mereka ‘hanya’ menemukan 23 saja. Ilmuwan lain berhasil memisah-misahkan kromosom manusia dan menghitungnya, jumlahnya? Tetap 24 pasang.

Barulah 34 tahun setelah ‘tragedi’ pengebirian oleh Painter, ilmuwan menemukan cara untuk memastikan bahwa jumlah kromosom manusia hanya ada 23, bukan 24. Adalah Joe-Hin Tjio yang bermitra dengan Albert Levan di Spanyol menemukan teknik yang lebih baik untuk mendapatkan jumlah 23 pasang kromosom manusia. Bahkan ketika mereka menghitung ulang gambar eksperimen terdahulu yang menyebutkan bahwa jumlahnya ada 24, mereka mendapati hanya ada 23. Benar-benar aneh, mata siapa yang bisa error begini?

Dan memang kenyataan bahwa manusia hanya memiliki 23 pasang kromosom dianggap aneh dan mengejutkan. Pasalnya, simpanse, orang utan dan gorila, yang kandungan genetiknya mirip dengan manusia memiliki 24 pasang kromosom. Jadi kromosom manusia ini lain daripada bangsa ungka (ape) yang lain. Dan usut punya usut, ternyata ada dua kromosom pada gorila yang jika digabungkan ukurannya akan mirip dengan kromosom 2 pada manusia. Sungguh ajaib memang, perbedaan yang ‘kecil’ ini ditambah sedikit keragaman antara gen-gen manusia dan gorila, membuat ‘penampakan’ keduanya jauh berbeda.

Oh ya, kembali ke sang penemu 23 pasang kromosom pada manusia, salah satunya, yaitu Joe-Hin Tjio, adalah orang Indonesia.

Sekilas Joe-Hin Tjio

[simage=223,144,y,left]
Seperti ditulis dalam Encyclopædia Britannica, Tjio (diucapkan CHEE-oh) lahir di Jawa tanggal 2 November 1919. Tjio kecil bersekolah di sekolah penjajah Belanda, kemudian dia sempat mendalami fotografi mengikuti jejak ayahnya yang juga seorang fotografer profesional. Namun selanjutnya Tjio memutar stir ke bidang pertanian dengan kuliah di Sekolah Ilmu Pertanian di Bogor, waktu itu Tjio berusaha mengembangkan tanaman hibrida yang tahan terhadap penyakit. Dari sinilah pondasi ilmu genetika membawanya menjadi seorang ahli genetik terkemuka kelak.

Sempat dipenjara selama tiga tahun saat masa pendudukan Jepang, Tjio melanjutkan pendidikannya ke Belanda melalui program beasiswa. Ia melanjutkan kembali studinya mengenai cytogenetik tanaman dan serangga hingga menjadi ahli dalam bidang tersebut. Kemudian Tjio menghabiskan waktu 11 tahun di Zaragoza setelah pemerintah Spanyol mengundangnya untuk melakukan studi dalam program peningkatan mutu tanaman. Di sela-sela liburannya, Tjio pun nyambi riset di Institute of Genetics di Lund Swedia dan tertarik untuk meneliti jaringan sel mamalia. Di sinilah penemuannya yang menghebohkan itu ia lakukan. Pada tahun 1955, Tjio menggunakan suatu teknik yang baru ditemukan untuk memisahkan kromosom dari inti (nukleus) sel, ia merupakan salah satu peletak pondasi cytogenetik modern –ilmu yang mempelajari hubungan antara struktur dan aktifitas kromosom serta mekanisme hereditas– sebagai sebuah cabang utama ilmu genetika. Penelitiannya yang lain pada tahun 1959 membawa pada penemuan bahwa orang-orang yang terkena Down Syndrome memiliki tambahan kromosom dalam sel-sel mereka.

Ada cerita menarik di balik penemuan jumlah 23 pasang kromosom ini, selain memang hasil penelitiannya yang menghebohkan, Tjio pun melakukan tindakan yang cukup menggemparkan dunia riset Eropa karena ia menolak untuk mencantumkan Albert Levan (kepala Institute of Genetics tempat risetnya dilakukan) sebagai Author utama dalam jurnal yang diterbitkan dalam Scandinavian Journal Hereditas tahun 1956 itu, padahal itu sesuatu yang ‘wajib’ sesuai konvensi Eropa yang telah berlangsung lama. Tjio bahkan mengancam akan membuang pekerjaannya itu jika Tjio tidak dicantumkan sebagai Author utama. Akhirnya, mengingat ini adalah penemuan besar, Levan mengalah dan dia dicantumkan hanya sebagai co-author.

[simage=222,160,y,right]
Di sisa 37 tahun terakhir karirnya, Tjio bekerja di NIH (National Institute of Health) Washington. Di sana Tjio mengkompilasi koleksi-koleksi foto-foto ilmiah yang mendokumentasikan penelitian-penelitiannya yang luar biasa. Ternyata bakat fotografi terpendamnya tersalurkan juga di NIH. Prestasi Tjio pun tak bisa dipandang remeh, bahkan sangat membanggakan, terbukti dengan anugerah Outstanding Achievement Award dari Presiden Kennedy tahun 1962.

Tjio tutup usia tanggal 27 November 2001, 25 hari setelah ultahnya yang ke 82 di Gaithersburg, Maryland, Amerika. Kita boleh berbangga sekaligus prihatin, bangga karena ilmuwan kelahiran Indonesia mampu memberi sumbangsih besar untuk ilmu pengetahuan, tapi juga prihatin karena di negeri kita ‘belum’ menjadi tempat bagi ilmuwan luar biasa. Banyak potensi besar orang-orang cerdas yang kurang diperhatikan, sehingga mereka ‘dibajak’ oleh negara-negara lain yang sudah maju dan mau menghargai kehebatan mereka, bahkan sejak mereka masih sangat muda. Tentu sayang jika orang hebat seperti Joe-Hin Tjio yang lahir di Jawa pada akhirnya dikenal sebagai ahli genetik Amerika.

Sumber:

  • “Ridley, Matt.” Genom; Kisah Spesies Manusia dalam 23 bab. 2009. Gramedia Pustaka Utama
  • Wikipedia
  • “Tjio, Joe Hin.” Encyclopædia Britannica. 2009. Encyclopædia Britannica Online. 16 May. 2009 <http://www.britannica.com/EBchecked/topic/761383/Joe-Hin-Tjio>.
x