Archive for the ‘BioMicro’ Category
Halomonas titaniceae: Para Penghuni Terakhir Titanic

Bangkai Titanic dengan 'kehidupan baru' barupa kumpulan H. Titaniceae (image from dailymail.co.uk)
Tepat satu abad yang lalu, pada tanggal 15 April 1912, RMS Titanic menabrak karang es pada pelayaran pertamanya menuju Amerika dari Inggris. Kapal tersebut tenggelam dan hanya 200-an penumpang yang berhasil selamat. Akan tetapi, seperti setiap bencana yang terjadi dalam sejarah manusia, benih-benih kehidupan siap muncul kembali walaupun kehidupan yang muncul adalah mikroba.
Probiotik dan Kaitannya dengan Sistem Imun
Saluran pencernaan kita secara alami merupakan suatu area yang dikolonisasi oleh berbagai macam bakteri dalam jumlah luar biasa banyak. Pernahkah kita bayangkan bahwa ternyata jumlah bakteri yang mengkolonisasi tubuh terutama dalam saluran pencernaan kita berjumlah 10 kali lipat dibandingkan jumlah sel tubuh kita sendiri!. Sehingga bila dikalkulasikan maka sebenarnya 90% dari sel yang terdapat pada tubuh kita adalah mikroorganisme. Mayoritas bakteri ditemukan pada usus besar (sekitar 1011-12 bakteri/g). Sedangkan jumlah bakteri pada usus kecil lebih sedikit (sekitar 104-7 bakteri/ml). Spesies yang dominan pada usus besar berasal dari golongan bifidobacteria dan bacteroides sedangkan lactobacilli dan streptococci mendominasi daerah usus kecil. Bakteri-bakteri ini umumnya kita kenal sebagai bakteri baik.
Menyingkap Kehidupan di Luar Teori Dasar
Mendengar kata arsen kita pasti langsung teringat racun, karena senyawaan arsenik memang sangat berbahaya bagi tubuh dan bahkan sangat mematikan. Lalu bagaimana jadinya jika ada mikroorganisme yang ternyata bersahabat dengan arsen? Jangan-jangan masih ada hubungan saudara dengan alien.
Awal Desember 2010, masyarakat Indonesia digegerkan dengan beberapa fenomena alam, seperti lahirnya sapi berkaki enam dan kambing yang berperilaku layaknya anjing. Berita akan fenomena ini begitu besar sehingga mendapat perhatian dari masyarakat luas. Pada saat yang bersamaan, ilmuan dunia digegerkan oleh suatu penemuan yang lebih besar. Bakteri yang dapat hidup dan berkembang biak menggunakan senyawa arsen. +Continue Reading
‘Bangkit dari Kubur’ setelah 120.000 Tahun
Artikel ini bukan sebuah cerita horor yang diangkat jadi film, tapi bener-bener kisah nyata. Ceritanya ada spesies bakteri mungil yang berhasil ‘dihidupkan’ lagi setelah 120 ribu tahun lamanya terkubur pada kedalaman tiga kilometer dalam lempengan es Greenland. Penemuan ini memberi harapan akan adanya kehidupan serupa di lingkungan ber-es di planet lain.
Bakteri ini secara resmi dinamai Herminiimonas glaciei, bentuknya berupa batang dengan panjang hanya 0,9 mikrometer dan diameter 0,4 mikrometer, sekitar 10 – 50 kali lebih kecil dibanding bakteri yang sudah ngetop lebih dulu, Escherichia coli. +Continue Reading
Biologi Sel dan Bhinneka Tunggal Ika
Prof. Ir. Antonius Suwanto, Ph.D.
Guru Besar Genetika Molekul
Departemen Biologi, Institut Pertanian Bogor, Bogor
Setiap individu manusia dewasa tersusun dari sekitar 10 triliun sel yang tidak kasat mata. Oleh karena itu kita disebut sebagai makhluk multisel. Sel manusia itu sangat beragam: ukuran, jenis, jumlah, dan tugas atau fungsinya. Ada sel kulit, sel darah, sel tulang, sel jantung, sel otak dan lainnya. Sejumlah sel berkelompok membentuk suatu jaringan tertentu dengan fungsi yang khusus pula.
+Continue Reading
Bakteri Penumpas Plak Gigi

Perbesaran mikroskopis plak gigi (image by STEVE GSCHMEISSNER / SCIENCE PHOTO LIBRARY)
Plak (plaque) alias karang gigi adalah salah satu masalah pada gigi yang paling sering ditemui terutama pada usia remaja dan dewasa. Sikat gigi saja tidak dapat mencegah 100% terbentuknya plak, makanya dokter gigi menyarankan agar kita membersihkan plak setidaknya setiap 6 bulan sekali. Namun belakangan ini para ilmuwan Jepang berhasil mengidentifikasi suatu jenis protein yang efektif mencegah terbentuknya plak. Jadi nantinya bisa dibuat suatu jenis pasta gigi yang mengandung protein ini yang dapat menghambat pertumbuhan plak. +Continue Reading
Susu Berbakteri: Keragaman Intra-spesies dan Tingkah Laku Bakteri
Prof. Antonius Suwanto, Ph.D.
Guru Besar Rekayasa Genetika
Institut Pertanian Bogor
Seorang peneliti IPB melaporkan keberhasilannya dalam mengisolasi sejumlah isolat Enterobacter sakazakii dari susu formula. Hasil penelitian ini mengundang perhatian media dan telah menjadi polemik tersendiri. Tulisan ini berusaha mengulas keragaman atau variasi dalam satu spesies bakteri dan bagaimana seharusnya kita menyikapi laporan tersebut.
Sistem Imun Bakteri; Belajar dari Serangan Musuh
Ternyata sistem imun tidak hanya milik makhluk hidup tingkat tinggi seperti manusia dan hewan, bakteri pun memilikinya. Sistem imun pada bakteri bahkan diperkirakan merupakan sistem imun alami paling primitif di dunia ini. Bagaimana proses yang terjadi sehingga bakteri bisa memiliki sistem imun sehingga dapat tahan antibiotik dan zat kimia tertentu? Mari kita simak hasil penelitian Prof. Thomas Wood dari Departemen Artie McFerrin Kimia Teknik Texas A&M University yang dimuat di situs ScienceDaily. +Continue Reading
Transformasi; Ekspresi Gen Asing dalam Sel Bakteri
Para ilmuwan rekayasa genetika gemar melakukan eksperimen dengan ‘menggunting’, ‘menyambung’ dan ‘menempelkan’ fragmen-fragmen DNA, kemudian memasukkannya ke dalam sel makhluk hidup seperti bakteri, fungi, tanaman dan juga hewan untuk dilihat bagaimana efek dari DNA yang dimasukkannya itu. Lantas bagaimana caranya agar suatu fragmen DNA dapat dimasukkan ke dalam sel makhluk hidup dan dapat berfungsi layaknya DNA milik sel itu sendiri?
Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, kita kilas balik sejenak ke tahun 1928 ketika Frederick Griffith sedang mencari vaksin untuk melawan bakteri penyebab pneumonia yaitu Streptococcus pneumoniae. Saat itu ia dibuat heran ketika strain bakteri S. pneumoniae yang tidak virulen dapat berubah menjadi virulen setelah kontak dengan strain yang virulen yang sudah mati. Kok bisa? apa yang menyebabkan perubahan itu? +Continue Reading
























