BioLaboratory, BioTechnique, Biotechnology — July 24, 2010 at 11:13 pm

Yang Wajib Anda Ketahui Tentang Pipet

by
Multichannel Pipet (Image from ic.daad.de)

Multichannel Pipet (Image from ic.daad.de)

Bekerja di laboratorium tentu tidak akan terlepas dari urusan ukur-mengukur. Untuk sampel padatan, kita akan berurusan dengan neraca analitik, sementara untuk sampel cairan, pipet volumetrik-lah andalannya. Akurasi dan presisi pemipetan merupakan faktor utama keberhasilan analisa atau percobaan yang melibatkan cairan. Pipet sudah digunakan sejak abad ke-19 oleh Louis Pasteur (1822-1895) dan kini jenis pipet sudah berkembang luas dengan tingkat akurasi dan presisi yang bermacam-macam pula.

Mengenal Jenis-Jenis Pipet Volumetrik

  • Pipet Serologis. Pipet ini terbuat dari pipa kaca silinder yang lurus dan memiliki skala volume. Ketelitian pipet serologis sesuai dengan skala terkecilnya.
  • Pipet Volumetrik Volume Tetap. Pipet jenis ini hanya memiliki 1 garis tera dengan volume tertentu, berbentuk silinder tetapi bagian tengahnya lebih gendut. Ketelitiannya lebih tinggi dibanding pipet pasteur karena garis tera berada pada bagian atas pipet yang memiliki diameter kecil.
  • Pipet Volumetrik dengan Piston. Pipet jenis ini mulai berkembang pada tahun 1960-an. Awalnya pipet ini memiliki volume yang tetap, namun kemudian berkembang hingga memiliki volume yang dapat diatur pada range tertentu. Pipet jenis ini lebih disukai karena selain volumenya yang dapat diatur, akurasi dan presisi yang tinggi, pemakaiannya pun simpel dan mudah.
Jenis-jenis Pipet Volumetrik

Jenis-jenis Pipet Volumetrik. Dari kiri ke kanan: Pipet serologis, pipet volume tetap, pipet dengan piston

Artikel ini akan membahas serba-serbi pemipetan menggunakan pipet jenis terakhir agar diperoleh akurasi dan presisi yang tinggi.

Gunakan Jenis Pipet yang Sesuai

Pipet yang digunakan harus disesuaikan dengan jenis sampelnya:

  • Sampel Cairan Biasa. Gunakan pipet jenis air-displacement
  • Sampel Cairan Khusus. Untuk cairan kental (gliserol, madu), mudah menguap (chloroform, methanol), korosif dan mengandung radioaktif, gunakan pipet jenis positive-displacement.
  • Untuk sampel biologi molekular yang harus terbebas dari kontaminasi DNA, RNA, nuclease dan bahan lain yang dapat menimbulkan degradasi pada sampel, maka bisa digunakan pipet jenis air-displacement dengan menggunakan tips steril berfilter maupun menggunakan pipet jenis positive-displacement juga dengan tips dan piston steril.

Hmm.. ngomong-ngomong, apa bedanya pipet jenis air-displacement dan positive-displacement ya? Ada 2 hal yang membedakan, yaitu:

Air Dispacement vs Positive Displacemen Pipette

Air Dispacement vs Positive Displacemen Pipette

  • Pipet air-displacement selalu memiliki ruang udara (dead volume) antara piston pipet dan sampel cairan, sedangkan pipet positive-displacement tidak, cairan kontak langsung dengan piston.
  • Piston merupakan bagian permanen pada pipet air-displacement, tetapi pada pipet positive-displacement bersifat disposable, menyatu dengan tips pipet.

Perhatikan Volume Cairan yang Akan Dipipet

Perhatikan range volume pipet yang akan digunakan (image from bikudo.com)

Perhatikan range volume pipet yang akan digunakan (image from bikudo.com)

Setiap pipet memiliki range volume tertentu. Maka jangan sampai salah memilih pipet, karena produsen tidak menjamin akurasi pemipetan jika dilakukan di luar jangkauan yang sudah mereka tentukan.

Selain itu jika volume yang kita kehendaki cocok dengan dua range volume pipet, maka pilihlah yang mendekati volume maksimalnya. Contoh, jika kita ingin memipet sebanyak 1.9 uL, bisa menggunakan pipet dengan range volume 1-10 uL atau 0.2-2 uL. Namun sebaiknya gunakan pipet dengan range 0.2-2 uL.

Gunakan Tip Pipet yang Baik

Sekilas nampak semua tip pipet sama saja, namun tidak semua tip cocok untuk semua pipet. Oleh karena itu pemilihan tip sangat menentukan akurasi pemipetan. Ada baiknya menggunakan tip dengan brand yang sama dengan pipet. Namun jika ingin menggunakan brand lain, maka harus memperhatikan hal-hal berikut ini:

Gunakan Tips dengan Kualitas Baik

Gunakan Tips dengan Kualitas Baik

  • Tip harus bersih dan bebas dari partikel debu
  • Bentuk bagian kerah (yang menempel ke pipet) dan ujung tip harus benar-benar halus dan rapi
  • Transparan/tembus cahya
  • Tahan terhadap bahan-bahan kimia
  • Adanya keterangan nomor identifikasi, nomor batch dan sertifikat mutu merupakan hal penting untuk menjamin kualitas tip
  • Pilih kemasan yang sesuai, ada yang dikemas secara bulk, ada yang sudah berjejer rapi di dalam rak, ada yang sudah disterilisasi, dll.
Cara Memasang Tip Pipet yang Benar (image from Gilson Guide to Pipetting)

Cara Memasang Tip Pipet yang Benar (image from Gilson Guide to Pipetting)

Cara Memasang Tip yang Benar

Bagaimana cara Anda memasang tip pada pipet? Pipet diketuk-ketukkan dengan kuat ke dalam tip? Tip dikencangkan menggunakan tangan? Atau bagaimana? Ternyata cara yang benar adalah dengan memasukkan ujung pipet ke dalam tip (tidak terlalu kencang), kemudian pipet diputar untuk memperkuat posisi tip pada pipet. Khusus untuk pipet multichannel, cukup dengan digoyang sambil ditekan ke kiri dan kanan.

Mode Pemipetan: Forward atau Reverse?

Saat Ada menekan plunger pipet, maka Anda akan menemukan posisi plunger berhenti. Jika plunger terus ditekan, maka ia akan berhenti lagi pada posisi kedua. Nah, bagaimana cara pemipetan yang benar? Apakah plunger pipet ditekan hingga posisi berhenti pertama atau kedua?

Ada dua cara pemipetan, yaitu Forward Mode dan Reverse Mode. Berikut ini ilustrasi kedua proses tersebut:

Cara Pemipetan Mode Forward (image from Gilson Guide to Pipetting)

Cara Pemipetan Mode Forward (image from Gilson Guide to Pipetting)

Cara Pemipetan Mode Reverse (image from Gilson Guide to Pipetting)

Cara Pemipetan Mode Reverse (image from Gilson Guide to Pipetting)

Umumnya pipet jenis air-displacement menggunakan Forward Mode ketika melakukan kalibrasi, sehingga metode inilah yang harus kita gunakan. Mode Reverse dapat digunakan ketika menggunakan pipet jenis air-displacement untuk memipet cairan yang kental atau mudah menguap. Sementara itu pipet positive-displacement hanya menggunakan mode Forward saja.

Hati-hati dengan Kontaminasi

Pipette Contamination (image from Gilson Guide to Pipetting)

Kontaminasi pada Pemipetan (image from Gilson Guide to Pipetting)

Ada beberapa jenis kontaminasi, kenapa bisa sampai terjadi dan bagaimana cara mencegahnya?

  • Kontaminasi Pipet-ke-Sampel. Penyebab: Menggunakan tip atau pipet yang sudah terkontaminasi. Pencegahan: Bersihkan dan sterilkan bagian pipet yang kontak dengan sampel. Gunakan tips steril, dan ganti tip setiap berganti sampel.
  • Kontaminasi Sampel-ke-Pipet. Penyebab: Sampel atau aerosol dari sampel kontak dan memasuki bagian pipet. Pencegahan: Jangan terlalu memiringkan pipet, simpan selalu pipet secara vertikal, sedot cairan dengan perlahan dan gunakan filter tip atau gunakan pipet positive-displacement.
  • Kontaminasi Sampel-ke-Sampel (sample carryover). Penyebab: Menggunakan tip bekas untuk sampel yang berbeda. Pencegahan: Ganti tip setiap ┬áberganti sampel.

Kalibrasi dan Perawatan Rutin

Kalibrasi akan menjamin akurasi. Lakukanlah secara rutin minimal satu satun sekali. Kalibrasi bisa dilakukan sendiri atau dengan memanfaatkan jasa laboratorium kalibrasi yang sudah terakreditasi. Jangan lupa untuk melakukan hal-hal berikut ini:

  • Mengecek secara rutin kondisi pipet, periksa apakah ada bagian yang rusak, retak atau ada komponen yang hilang.
  • Membersihkan pipet setiap sebelum dan sesudah pemakaian dengan alkohol atau cairan khusus pembersih pipet.
  • Mensterilkan komponen-komponen pipet yang dapat disterilkan (dengan autoclave atau penyinaran UV)
  • Jika terdapat kerusakan atau kelainan dan kejanggalan, segera periksakan kondisi pipet Anda ke manufacturer atau agen penjualnya.

Hmm… apakah ada hal lain yang masih perlu kita ketahui? Jangan sungkan untuk mengungkapkannya melalui kolom komentar di bawah.

Reference: Gilson Guide to Pipetting (2nd Edition)

Other articles you may like:

19 Comments

  1. wah, saya baru pertama kali dengar ada tips yang jenis positive displacement. Sebenarnya, jika tidak ada jenis tips ini, para mahasiswa biasanya memotong ujung dari tips air displacement untuk mengambil cairan yang kental. apakah hal ini tidak akan mempengaruhi hasil dari pekerjaan terutama dari segi ketelitia dan kontaminasinya?
    selain itu, bagaimana cara membersihkan pipet mikro jika sering ada cairan yang masuk ke dalam?
    terima kasih

    • Halo Ritchie..
      Sebenarnya teknik memotong ujung tip pipet merupakan cara paling gampang untuk mengakali saat kita ingin memipet cairan kental. Namun setau saya teknik ini dapat mengurangi akurasi volume pemipetan, masalahnya ujung tip yang dipotong bisa tidak rata/mulus lagi dan tidak seragam satu sama lain. Lebih baik, kita membeli tip jenis wide bore/orifice agar memiliki ujung yang mulus dan seragam.

    • untuk cairan yang masuk kedalam, sebenarnya masuknya cairan itu hanya sampai diujung pipetnya, jadi ujung pipet itu bisa kita lepas, cara melepasnya bisa dilihat di brosur, bila sudah dilepas, kotoran bisa dibersihkan dengan cara di rendam alkohol, atau kalo memang bisa dibersihkan dengan kapas, setelah itu dikeringkan dan baru dipasang kembali.
      gitu sih cara saya, bila cara saya salah, tolong diingatkan ya..

  2. Met malam bos,
    boleh nambahin dikit masalah tips perawatan pipet, terutama pipet volumetrik piston, tips kecil ini cukup membantu kita untuk “memperlama” masa pakai pipet kita, tipsnya satu aja yah:

    mengembalikan posisi volume pipet pada volume maksimal setelah pemakaian.

    misalnya kalau kita pakai pipet p1000 (1 mL), sebaiknya setelah dipakai, putar pipet sampai volumenya kembali ke 1000, setelah itu baru disimpan ke tempat penyimpanan pipet, tips kecil ini akan membuat pegas dalam pipet tersebut lebih terpelihara tingkat kelenturannya.
    misalnya, bila kita pakai pipet p 1000 pada volume 200 mikro liter (volume paling kecil untuk p1000), kemudian setelah kita pakai tidak kita kembalikan ke volume 1000 mikro liter, maka yang terjadi adalah pegas yang terdapat didalam pipet tersebut akan selalu dalam keadaan tertekan, sehingga bila hal ini terus menerus terjadi, pegas akan kehilangan gaya pegasnya, sehingga akhirnya tidak sesuai standar lagi. Cirinya adalah saat kita pakai p1000 untuk mengambil cairan sebanyak 1 mL, maka bisa kita lihat cairan yang terambil di tips biru tidak sampai pada garis 1 mL, bila hal ini terjadi maka kita akan sering kalibrasi pipet, terus akhirnya pake jurus lem biru (lempar beli baru.. he.. he..),
    jadi pesan saya, sayangilah pipetmu, jangan sampai dia dalam keadaan tertekan semalaman, bahkan berhari-hari, itu sama aja kita menyuruh pipet kita pasang kuda-kuda semalaman, pegel bo….!

  3. asalamualaikum.. saya diperkenalkan web ini dari salah satu pengurus web ini dan skaligus rekan kerja, mas adi yulandi. web yang bagus…….. blog saya spesifik teknik mikro yg erat kaitannya dgan biotek….. , semoga ilmu kita bermanfaat……. lanjutkan menulis….

    • Wa’alaikumussalam wr.wb. Halo Indra, salam kenal… Yup, saat ini media online jadi sarana yang tepat utk berbagi ilmu, cepat, mudah, efektif, murah dan bisa menjangkau sasaran pembaca dgn baik.. Keep posting and sharing..

  4. harga pipet mikro 10-100mikro berapa ya?kalau pesan dmn?Trim ksh,,SanTy_serang Banten

    • Halo Santy, harganya bervariasi, mulai dari 1 juta-an, tergantung merk, kualitas, ketelitian dan juga manual/digital. Bisa dipesan di berbagai agen penjual merk pipet yang ada. Bisa dicek di websitenya masing-masing. Beberapa merk pipet misalnya Gilson, Biorad, Biohit, Thermo scientific, dll

    • nona santi, kalau mengalami kesulitan untuk mendapatkan alat2 lab bisa kami bantu untuk alat2 lab di indonesia. bisa kontak saya langsung di mchristita@gmail.com (ga enak kalo di sini nanti dikira promo hehehehe)
      terimakasih

    • mbak santy,,, jika masih ingin mendapatkan produk piprt mikro bosa hubungi saya mbak..punya saya merk biohit,
      silahkan hubungi saya ke 085358877774
      mas mas yang punya web,,maaf ya kalau saya promo sedikit..hehehe

  5. Apakah kalibrasi pipet sdh mencakup maintenance juga? misal mengganti seal atau bagia-bagian dalam pipet yg mengalami keausan atau kerusakan?
    Biasanya sy mengakalibrasikan pipet kepada lab kalibrasi.

    • saya kira itu tergantung si penyedia jasa kalibrasi, kalau dikalibrasikan ke supplier, biasanya bisa kita minta untuk mengganti spare parts yang sudah aus/rusak. Tapi kalau lab kalibrasi biasanya tidak menyediakan jasa maintenance.

  6. Apakah tip yg selalu dikeringkan di oven/inkubator suhu 37oC bisa mempengaruhi hasil pemeriksaan??
    apa bahan dasarnya tip??
    mksh sblmnya..

  7. apakah ada alat untuk memipet skala besar contoh diantara 20 sd 100 ml? kalo ada apa nama alatnya ya/ dan harganya berapa? mohon sarannya

  8. sangat menyenangkan ketika saya menemui laman2 yang anda tulis. sebagai guru kimia dng basic biokimia, rasanya saya kembali mendapatkan banyak ilmu yang seperti terputus setelah lulus…..tetaplah menulis……tetaplah berbagi ilmu…………terimakasih…….

  9. apakah pipet sama dengan termometer?
    tolong jelaskan ya bagai mana cara/chiri khas pipet.

  10. Saya baru kenal dengan website ini, sangat bagus dan membantu. semoga dengan segala potensinya, masa depan biotech menjadii milik indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

shared on wplocker.com